Hidup penuh perjuangan

Sabtu, 26 Maret 2016

Mengamati aktivitas remaja, emang asyik. Betul, nggak bohong, kok. Dunia remaja yang kaya warna itu menyimpan pesona yang “wah”. Jujur saja, bila kita ngomongin remaja, kayaknya seperti nggak ada abisnya. Selalu saja ada hal-hal baru—meskipun kadang itu daur ulang dari tren sebelumnya. Lucunya lagi, apa yang dilakukan remaja sering menjadi tren dan heboh. Meskipun hal itu menyebalkan. Sebab, urusan salah or bener bukan perkara pokok, yang penting tren. So, akhirnya kamu juga suka lihat, bahwa banyak di antara teman remaja yang suka bertingkah aneh; yang penting dikenal orang dan dianggap eksis.
Herannya pula, acapkali orang kemudian menganggap bahwa jejak yang ditinggalkan remaja bisa mengubah jalannya sejarah. Dulu, jaman nyokap sama bokap kita remaja, kayaknya mereka juga kecipratan tren 60-an. Ya, itu jamannya kejayaan ‘generasi bunga’. Saat itu, “perang dingin” membuat jenuh kawula muda yang muak dengan konflik ideologi, dan kemudian menumbuhkan aksi damai anti-perang, terutama di AS dan negeri industri maju lainnya. Aksi protes kawula muda memperjuangkan kebebasan diwarnai anarki populisme, menanggalkan aturan formalitas dan memunculkan budaya urakan sejak pertengahan 60-an.
Aksi protes cara damai kawula muda dengan sebutan Generasi Bunga (Flower Generation) dengan gaya hidup eksentrik; rambut panjang melewati bahu, pakaian serba kumal menjadi tren anak muda kota-kota besar. Rasa solidaritas kebersamaan universal sesama kawula muda disatukan dengan bahasa "kasih" dan menjadi universal dengan acungan dua jari berbentuk "V", diartikan "Peace, brother", dan itu menyebar di kalangan muda di berbagai penjuru dunia.(Suara Pembaruan)
Itu salah satu contoh, betapa tren yang dibuat anak muda sering dianggap bisa mengubah jalannya sejarah. Nggak mesti anak muda sih sebetulnya, orangtua juga bisa berbuat hal yang sama. Pokoknya, bila itu rada-rada aneh--baik or buruk--akan mudah dikenal dan dijadikan patokan, malah bukan tak mungkin bakal digandrungi dan dikagumi.
Coba, kalo kamu buka-buka Guinness Book of Record. Di buku itu bisa kamu temukan yang “langka tapi nyata”. Ada orang yang manjangin kuku tangannya selama puluhan tahun, ada yang nekat nidurin papan berpaku, ada juga yang matanya bisa melotot sampe hampir mau keluar. Wah, pokoknya banyak sekali hal-hal yang nggak lazim. Dan konon kabarnya, mereka telah berhasil mewarnai sejarah hidup manusia. Ya, begitulah. Termasuk bila ada orang yang memang bisa mengubah maksud dan arah jalannya sejarah suatu masa atau orang lain, tergantung kebutuhan yang diinginkan oleh penutur sejarah itu. Celakanya, bila kemudian sejarah yang telah dibelokkan menjadi bahan rujukan terhadap masalah yang sebenarnya terjadi pada masa itu. Nah, ini dia persoalannya.



Politik Islam
Ngomong-ngomong soal sejarah, penulis jadi teringat kembali tentang sejarah perpolitikan umat Islam yang saat ini sedang mandek. Kalaupun disebut jalan, tetapi sayangnya hal itu jalan di tempat. Pedih dan perihnya lagi, jika sebagian dari kita menganggap bahwa kondisi sekarang sudah oke buat umat Islam. Ibaratnya seorang bujangan yang lagi enak-enaknya tidur siang dan sedang ngimpi dikipasin bidadari. Salah-salah, kalo kita ngebangunin, doi bisa uring-uringan sehari semalam saking keselnya.
Nah, ini dia yang terjadi pada remaja kita sekarang. Saat lagi enak-enaknya dibuai mimpi indah kehidupan sekarang, terus kita usik supaya sadar tentang Islam, atau diusik supaya ngeh tentang masalah politik umat Islam, itu namanya ngebangunin macan tidur. Udah untung nggak murka juga. Salah-salah saking keselnya mereka lalu mencap bahwa politik itu penghasut, politik itu najis, politik itu kotor, dan politik cuma bikin sengsara hidup. Mereka beralasan, lihat aja bagaimana “tersungkurnya” Gus Dur dan melenggangnya Megawati. Bukankah itu bagian dari praktik kotor politik?
Well, itu pasti bukan murni pendapat kamu sebagai seorang muslim. Sebab, seorang muslim yang mengerti betul Islam, kagak bakalan sewot begitu bila ngomongin soal politik. Kamu, dan juga orang yang berpendapat begitu, pasti pikirannya udah dijejali dengan model kehidupan asing. Kamu udah berpikir dan berperasaan yang bukan Islam. Pikiran dan perasaan kamu telah teracuni oleh pemikiran dan perasaan ideologi lain di luar Islam. Itu sebabnya kamu bisa marah bila disadarkan supaya kembali kepada Islam. Itu sebabnya pula kamu bisa gondok banget kalo harus diingatkan supaya bergaya hidup Islam.
Ini wajar, sebab, sebagian besar umat Islam ini—termasuk remaja Islam tentunya—menganggap bahwa sekarang sedang menikmati mimpi indah kehidupan. Segala pesona kehidupan yang ditawarkan saat ini betul-betul memanjakan hidup. Mau minum alkohol, nggak dilarang, mau berzina, monggo saja, mau korupsi juga diberikan jalan dan cara-caranya, mau bergaya busana apa saja silakan. Nggak ada yang ngelarang or usil. Bebas merdeka aja tuh. Kalo pun kemudian ada yang berani ngutak-ngatik, yang merasa terusik suka bilang, “Jangan ganggu kami. Ini HAM”. Nha, lho?
Kalo mereka diarahkan supaya merhatiin masalah politik—khususnya politik Islam, mereka suka marah dan masa bodoh karena ketidaktahuannya. Itu pasti. Sebab, problemnya emang udah berlangsung amat lama. Ibaratnya udah mendarah-daging dalam tubuh. Atau kalo besi udah banyak karatnya, hingga nyaris sulit untuk dibersihkan lagi. Jangankan remajanya, orangtuanya pun nggak ada jaminan untuk sadar politik Islam saat ini. Aduh, betul-betul menyakitkan banget kenyataan hidup kita saat ini. Antara Islam dan umatnya malah berseberangan jauh. Jauuuuh sekali.
Padahal, kalo kita buka lembaran sejarah, Islam dan umatnya telah meraih berbagai kemajuan yang mencengangkan untuk ukuran saat itu. Berbagai futuhat (penaklukan); baik dengan damai maupun perang, telah mengantarkan Islam menjadi negara super power alias adidaya di jamannya. Dan itu berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dan lama. Bayangkan, sejak masa Rasulullah saw., kemudian dilanjutkan oleh khulafa ar-Rasyiddin, lalu diteruskan oleh sahabat-sahabat yang lain dari kalangan tabiin, juga tabiit tabiin, dan seterusnya hingga berakhir di Turki pada 3 Maret 1924 M. Emang, itulah akhir yang sangat menyakitkan. Sangat mengherankan bila kita terus tinggal diam.
Kamu wajib tahu lho, sejak dibubarkannya Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) oleh Musthafa Kemal at-Taturk yang bekerjasama dengan Inggris itu, umat Islam mengalami berbagai keterpurukan. Ancaman dan gangguan datang silih berganti. Berbagai pergolakan muncul dimana-mana. Umat Islam, yang tadinya bersatu, kini berpencar memiliki “negara” masing-masing dalam bingkai nasionalisme. Tentu, dengan negeri-negeri kerdil seperti ini--yang juga merupakan skenario Barat dalam memotong-motong wilayah Islam--umat Islam sulit untuk menyebut kata sepakat. Sejak saat itu sampai sekarang, kita betul-betul menjadi bulan-bulanan musuh-musuh Islam.
Akhirnya, umat Islam mengalami “depolitisasi” yang amat hebat. Kita dijauhkan banget dengan istilah yang namanya politik. Kita menjauh, sebab istilah itu telah diplintir menjadi sesuatu yang buruk. Hal itu dilakukan bisa lewat bacaan, bisa lewat pendapat para pakar, atau menyaksikan sendiri praktik-praktik politik. Padahal, pendapat para pakar yang diekspos media massa nggak lepas dari ideologi yang beragam alias tidak hanya Islam. Bisa kapitalis, atau bisa juga sosialis-komunis. Walhasil, sampai pada kesimpulan bahwa politik itu kejam, politik itu kotor, politik itu najis, penghasut dan seabreg julukan jelek lainnya tentang politik.
Padahal pengertian politik yang bener adalah seperti terdapat dalam kitab Mafahim Siyasiyah, dijelaskan bahwa politik adalah ri’ayatusy syu’unil ummah, alias pengaturan urusan ummat. Adapun pengaturan urusan ummat tidak melulu urusan pemerintahan seperti sangkaan banyak orang, melainkan termasuk di dalamnya aspek ekonomi (iqtishadi), pidana (uqubat), sosial (ijtima’i), pendidikan (tarbiyah) dan lain-lain. Dalam pandangan Islam, nggak dikenal praktik politik seperti jaman sekarang. Yang cuma urusan kekuasaan tok, tapi rakyatnya malah sengsara dan tidak membawa nikmat. Bukan tak mungkin bila ujung-ujungnya malah memunculkan sikap antipati terhadap politik dari umat Islam. Dengan alasan, politik bikin bulu kuduk merinding.
Umat Islam sekarang tersungkur dan terjerembab ke dalam jurang penderitaan yang amat dalam. Berbagai konflik nyaris tak bisa diselesaikan dengan baik dan cepat. Hal itu disebabkan, selain karena umat Islam ini tidak bersatu, juga karena mereka sudah tergoda untuk mewarnai kehidupannya dengan aturan hidup lain selain Islam.
Coba saja kita perhatikan, saudara-saudara kita di Ambon dibantai kaum Salib, sebagian yang lain malah sibuk ngurus kehidupannya sendiri. Peran negara pun yang seharusnya menjadi pelindung, nyaris tak terdengar suaranya. Para pejabatnya aja malah sibuk mengamankan jabatannya masing-masing. Di jalanan banyak anak terlantar, tapi di sisi lain, gaya hidup para konglomerat udah mewah banget (super premium), yang tanpa ada sedikitpun rasa iba untuk membantu yang lemah. Padahal, dulu di masa kejayaan Islam, penguasa begitu peduli terhadap keadaan rakyatnya. Ambil contoh, suatu ketika seorang muslimah di kota Amuria—terletak antara wilayah Irak dan Syam—berteriak meminta pertolongan karena kehormatannya dinodai oleh seorang pembesar Romawi. 
Teriakan itu ternyata “terdengar” oleh Khalifah al-Mu’tashim, pemimpin umat Islam saat itu. Kontan saja ia mengerahkan tentaranya untuk membalas pelecehan tersebut. Dan bukan saja sang pejabat nekat itu, tapi kerajaan Romawi langsung digempur. Sedemikian besarnya tentara kaum muslimin hingga diriwiyatkan, “kepala” pasukan sudah berada di Amuria sedangkan “ekornya” berakhir di Baghdad, bahkan masih banyak tentara yang ingin berperang. Fantastis! Dan untuk membayar penghinaan tersebut 30.000 tentara musuh tewas dan 30.000 lainnya menjadi pesakitan.
Nah, inilah buktinya bila Islam diterapkan sebagai akidah dan syariat. Sebab Islam adalah ideologi. Urusan dunia sama pentingnya dengan urusan akhirat. Itu sebabnya, dalam pandangan Islam, untuk mengatur kehidupan dunia pun kudu ada hubungannya dengan akhirat. Ini membuktikan bahwa Islam itu sempurna. Firman Allah Swt.:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS al-Mâidah [5]: 3)
Jelas ini juga membuktikan bahwa Islam bertentangan banget dengan sekularisme. Sebab dalam sekularisme, agama dipisahkan dari politik (kehidupan). Dengan kata lain, agama nggak boleh mencampuri urusan duniawi (negara). Napsi-napsi aja deh. Makanya wajar kalo ada yang sholatnya getol, tapi maksiatnya juga nggak pernah absen. Malah ada juga yang sulit ngebedain mana perintah Allah, dan mana larangan-Nya. Akhirnya wajar kalo suka ketuker-tuker tuh. Yang halal malah diharamkan, dan yang haram disulap jadi halal. Ya, inilah kapitalisme dengan akidah sekularismenya.

Perlu kesadaran politik
Muhammad Muhammad Ismail dalam kitab Al Fikru Al Islamiy menyebutkan bahwa kesadaran politik (wa’yu siyasi) haruslah terdiri dari dua unsur. Pertama, kesadaran itu haruslah bersifat universal atau mendunia (internasional). Bukan kesadaran yang bersifat lokal semata. Kalo kamu yang sudah hidup di jaman yang serba digital tapi pikirannya masih lokal apalagi nggak punya pikiran model begitu, wah nggak kelas deh. Tengok dong saudara-saudara kita di Palestina, Uzbekistan, Tajikistan, Kashmir, Filipina, atau saudara kita di Maluku, Aceh, dan berbagai belahan dunia lainnya. Kita harus tahu dan peduli dengan keadaan mereka. Apakah sekarang lagi menderita atau bahagia. Harus sampai ke situ. Itulah namanya mondial alias mendunia. Jangan cuma tahu perkembangan artis doang, nggak ada gunanya kayak begituan mah. Catet ya!
Nah, unsur yang kedua adalah kesadaran politik yang dimiliki remaja harus berdasarkan pada sudut pandang tertentu alias zawiyatun khosshoh. Dengan kata lain remaja Islam harus bertindak subyektif dan obyektif dalam menilai peristiwa politik yang terjadi. Maksudnya, subyektif karena memang harus didasari pada sudut pandang Islam. Obyektif artinya tekun dan teliti dalam ‘membaca’ peristiwa yang terjadi. Ketelitian dan keakuratan memahami peristiwa politik, mutlak harus kamu miliki. Kenapa? Sebab, banyak peristiwa politik yang sering dikamuflase alias diputar-balikkan faktanya. Dan kerap menutup-nutupi berita. Misalkan, satu orang Palestina yang menyerang tentara Yahudi Israel, tapi aneh bin ajaib yang muncul di koran adalah tentara Israel diserbu teroris. Dan sebaliknya ketika puluhan tentara Israel membantai penduduk Palestina, yang muncul dalam berita adalah, upaya pembelaan diri tentara Israel. Wah, ini kan nggak benar. Maka, akhirnya kamu memang kudu obyektif juga.
Apa kenyataannya sekarang? Sayangnya, pendidikan politik untuk remaja tak bisa dibilang bagus. Justru malah sebaliknya. Remaja dilarang mencicipi manisnya politik. Akibatnya, remaja malah “dipolitikin” oleh ideologi selain Islam. Buktinya? Banyak remaja yang malah menjadi plagiator budaya Barat. Kalo sudah begitu, wajar bila sekarang, dan juga nanti di masa depan, hanya akan bermunculan generasi “politik” yang hanya bisa kwek, kwek,kwek!

Sumber : Buletin Cendekia

Mengamati aktivitas remaja, emang asyik. Betul, nggak bohong, kok. Dunia remaja yang kaya warna itu menyimpan pesona yang “wah”. Jujur saja, bila kita ngomongin remaja, kayaknya seperti nggak ada abisnya. Selalu saja ada hal-hal baru—meskipun kadang itu daur ulang dari tren sebelumnya. Lucunya lagi, apa yang dilakukan remaja sering menjadi tren dan heboh. Meskipun hal itu menyebalkan. Sebab, urusan salah or bener bukan perkara pokok, yang penting tren. So, akhirnya kamu juga suka lihat, bahwa banyak di antara teman remaja yang suka bertingkah aneh; yang penting dikenal orang dan dianggap eksis.
Herannya pula, acapkali orang kemudian menganggap bahwa jejak yang ditinggalkan remaja bisa mengubah jalannya sejarah. Dulu, jaman nyokap sama bokap kita remaja, kayaknya mereka juga kecipratan tren 60-an. Ya, itu jamannya kejayaan ‘generasi bunga’. Saat itu, “perang dingin” membuat jenuh kawula muda yang muak dengan konflik ideologi, dan kemudian menumbuhkan aksi damai anti-perang, terutama di AS dan negeri industri maju lainnya. Aksi protes kawula muda memperjuangkan kebebasan diwarnai anarki populisme, menanggalkan aturan formalitas dan memunculkan budaya urakan sejak pertengahan 60-an.
Aksi protes cara damai kawula muda dengan sebutan Generasi Bunga (Flower Generation) dengan gaya hidup eksentrik; rambut panjang melewati bahu, pakaian serba kumal menjadi tren anak muda kota-kota besar. Rasa solidaritas kebersamaan universal sesama kawula muda disatukan dengan bahasa "kasih" dan menjadi universal dengan acungan dua jari berbentuk "V", diartikan "Peace, brother", dan itu menyebar di kalangan muda di berbagai penjuru dunia.(Suara Pembaruan)
Itu salah satu contoh, betapa tren yang dibuat anak muda sering dianggap bisa mengubah jalannya sejarah. Nggak mesti anak muda sih sebetulnya, orangtua juga bisa berbuat hal yang sama. Pokoknya, bila itu rada-rada aneh--baik or buruk--akan mudah dikenal dan dijadikan patokan, malah bukan tak mungkin bakal digandrungi dan dikagumi.
Coba, kalo kamu buka-buka Guinness Book of Record. Di buku itu bisa kamu temukan yang “langka tapi nyata”. Ada orang yang manjangin kuku tangannya selama puluhan tahun, ada yang nekat nidurin papan berpaku, ada juga yang matanya bisa melotot sampe hampir mau keluar. Wah, pokoknya banyak sekali hal-hal yang nggak lazim. Dan konon kabarnya, mereka telah berhasil mewarnai sejarah hidup manusia. Ya, begitulah. Termasuk bila ada orang yang memang bisa mengubah maksud dan arah jalannya sejarah suatu masa atau orang lain, tergantung kebutuhan yang diinginkan oleh penutur sejarah itu. Celakanya, bila kemudian sejarah yang telah dibelokkan menjadi bahan rujukan terhadap masalah yang sebenarnya terjadi pada masa itu. Nah, ini dia persoalannya.



Politik Islam
Ngomong-ngomong soal sejarah, penulis jadi teringat kembali tentang sejarah perpolitikan umat Islam yang saat ini sedang mandek. Kalaupun disebut jalan, tetapi sayangnya hal itu jalan di tempat. Pedih dan perihnya lagi, jika sebagian dari kita menganggap bahwa kondisi sekarang sudah oke buat umat Islam. Ibaratnya seorang bujangan yang lagi enak-enaknya tidur siang dan sedang ngimpi dikipasin bidadari. Salah-salah, kalo kita ngebangunin, doi bisa uring-uringan sehari semalam saking keselnya.
Nah, ini dia yang terjadi pada remaja kita sekarang. Saat lagi enak-enaknya dibuai mimpi indah kehidupan sekarang, terus kita usik supaya sadar tentang Islam, atau diusik supaya ngeh tentang masalah politik umat Islam, itu namanya ngebangunin macan tidur. Udah untung nggak murka juga. Salah-salah saking keselnya mereka lalu mencap bahwa politik itu penghasut, politik itu najis, politik itu kotor, dan politik cuma bikin sengsara hidup. Mereka beralasan, lihat aja bagaimana “tersungkurnya” Gus Dur dan melenggangnya Megawati. Bukankah itu bagian dari praktik kotor politik?
Well, itu pasti bukan murni pendapat kamu sebagai seorang muslim. Sebab, seorang muslim yang mengerti betul Islam, kagak bakalan sewot begitu bila ngomongin soal politik. Kamu, dan juga orang yang berpendapat begitu, pasti pikirannya udah dijejali dengan model kehidupan asing. Kamu udah berpikir dan berperasaan yang bukan Islam. Pikiran dan perasaan kamu telah teracuni oleh pemikiran dan perasaan ideologi lain di luar Islam. Itu sebabnya kamu bisa marah bila disadarkan supaya kembali kepada Islam. Itu sebabnya pula kamu bisa gondok banget kalo harus diingatkan supaya bergaya hidup Islam.
Ini wajar, sebab, sebagian besar umat Islam ini—termasuk remaja Islam tentunya—menganggap bahwa sekarang sedang menikmati mimpi indah kehidupan. Segala pesona kehidupan yang ditawarkan saat ini betul-betul memanjakan hidup. Mau minum alkohol, nggak dilarang, mau berzina, monggo saja, mau korupsi juga diberikan jalan dan cara-caranya, mau bergaya busana apa saja silakan. Nggak ada yang ngelarang or usil. Bebas merdeka aja tuh. Kalo pun kemudian ada yang berani ngutak-ngatik, yang merasa terusik suka bilang, “Jangan ganggu kami. Ini HAM”. Nha, lho?
Kalo mereka diarahkan supaya merhatiin masalah politik—khususnya politik Islam, mereka suka marah dan masa bodoh karena ketidaktahuannya. Itu pasti. Sebab, problemnya emang udah berlangsung amat lama. Ibaratnya udah mendarah-daging dalam tubuh. Atau kalo besi udah banyak karatnya, hingga nyaris sulit untuk dibersihkan lagi. Jangankan remajanya, orangtuanya pun nggak ada jaminan untuk sadar politik Islam saat ini. Aduh, betul-betul menyakitkan banget kenyataan hidup kita saat ini. Antara Islam dan umatnya malah berseberangan jauh. Jauuuuh sekali.
Padahal, kalo kita buka lembaran sejarah, Islam dan umatnya telah meraih berbagai kemajuan yang mencengangkan untuk ukuran saat itu. Berbagai futuhat (penaklukan); baik dengan damai maupun perang, telah mengantarkan Islam menjadi negara super power alias adidaya di jamannya. Dan itu berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dan lama. Bayangkan, sejak masa Rasulullah saw., kemudian dilanjutkan oleh khulafa ar-Rasyiddin, lalu diteruskan oleh sahabat-sahabat yang lain dari kalangan tabiin, juga tabiit tabiin, dan seterusnya hingga berakhir di Turki pada 3 Maret 1924 M. Emang, itulah akhir yang sangat menyakitkan. Sangat mengherankan bila kita terus tinggal diam.
Kamu wajib tahu lho, sejak dibubarkannya Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) oleh Musthafa Kemal at-Taturk yang bekerjasama dengan Inggris itu, umat Islam mengalami berbagai keterpurukan. Ancaman dan gangguan datang silih berganti. Berbagai pergolakan muncul dimana-mana. Umat Islam, yang tadinya bersatu, kini berpencar memiliki “negara” masing-masing dalam bingkai nasionalisme. Tentu, dengan negeri-negeri kerdil seperti ini--yang juga merupakan skenario Barat dalam memotong-motong wilayah Islam--umat Islam sulit untuk menyebut kata sepakat. Sejak saat itu sampai sekarang, kita betul-betul menjadi bulan-bulanan musuh-musuh Islam.
Akhirnya, umat Islam mengalami “depolitisasi” yang amat hebat. Kita dijauhkan banget dengan istilah yang namanya politik. Kita menjauh, sebab istilah itu telah diplintir menjadi sesuatu yang buruk. Hal itu dilakukan bisa lewat bacaan, bisa lewat pendapat para pakar, atau menyaksikan sendiri praktik-praktik politik. Padahal, pendapat para pakar yang diekspos media massa nggak lepas dari ideologi yang beragam alias tidak hanya Islam. Bisa kapitalis, atau bisa juga sosialis-komunis. Walhasil, sampai pada kesimpulan bahwa politik itu kejam, politik itu kotor, politik itu najis, penghasut dan seabreg julukan jelek lainnya tentang politik.
Padahal pengertian politik yang bener adalah seperti terdapat dalam kitab Mafahim Siyasiyah, dijelaskan bahwa politik adalah ri’ayatusy syu’unil ummah, alias pengaturan urusan ummat. Adapun pengaturan urusan ummat tidak melulu urusan pemerintahan seperti sangkaan banyak orang, melainkan termasuk di dalamnya aspek ekonomi (iqtishadi), pidana (uqubat), sosial (ijtima’i), pendidikan (tarbiyah) dan lain-lain. Dalam pandangan Islam, nggak dikenal praktik politik seperti jaman sekarang. Yang cuma urusan kekuasaan tok, tapi rakyatnya malah sengsara dan tidak membawa nikmat. Bukan tak mungkin bila ujung-ujungnya malah memunculkan sikap antipati terhadap politik dari umat Islam. Dengan alasan, politik bikin bulu kuduk merinding.
Umat Islam sekarang tersungkur dan terjerembab ke dalam jurang penderitaan yang amat dalam. Berbagai konflik nyaris tak bisa diselesaikan dengan baik dan cepat. Hal itu disebabkan, selain karena umat Islam ini tidak bersatu, juga karena mereka sudah tergoda untuk mewarnai kehidupannya dengan aturan hidup lain selain Islam.
Coba saja kita perhatikan, saudara-saudara kita di Ambon dibantai kaum Salib, sebagian yang lain malah sibuk ngurus kehidupannya sendiri. Peran negara pun yang seharusnya menjadi pelindung, nyaris tak terdengar suaranya. Para pejabatnya aja malah sibuk mengamankan jabatannya masing-masing. Di jalanan banyak anak terlantar, tapi di sisi lain, gaya hidup para konglomerat udah mewah banget (super premium), yang tanpa ada sedikitpun rasa iba untuk membantu yang lemah. Padahal, dulu di masa kejayaan Islam, penguasa begitu peduli terhadap keadaan rakyatnya. Ambil contoh, suatu ketika seorang muslimah di kota Amuria—terletak antara wilayah Irak dan Syam—berteriak meminta pertolongan karena kehormatannya dinodai oleh seorang pembesar Romawi. 
Teriakan itu ternyata “terdengar” oleh Khalifah al-Mu’tashim, pemimpin umat Islam saat itu. Kontan saja ia mengerahkan tentaranya untuk membalas pelecehan tersebut. Dan bukan saja sang pejabat nekat itu, tapi kerajaan Romawi langsung digempur. Sedemikian besarnya tentara kaum muslimin hingga diriwiyatkan, “kepala” pasukan sudah berada di Amuria sedangkan “ekornya” berakhir di Baghdad, bahkan masih banyak tentara yang ingin berperang. Fantastis! Dan untuk membayar penghinaan tersebut 30.000 tentara musuh tewas dan 30.000 lainnya menjadi pesakitan.
Nah, inilah buktinya bila Islam diterapkan sebagai akidah dan syariat. Sebab Islam adalah ideologi. Urusan dunia sama pentingnya dengan urusan akhirat. Itu sebabnya, dalam pandangan Islam, untuk mengatur kehidupan dunia pun kudu ada hubungannya dengan akhirat. Ini membuktikan bahwa Islam itu sempurna. Firman Allah Swt.:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS al-Mâidah [5]: 3)
Jelas ini juga membuktikan bahwa Islam bertentangan banget dengan sekularisme. Sebab dalam sekularisme, agama dipisahkan dari politik (kehidupan). Dengan kata lain, agama nggak boleh mencampuri urusan duniawi (negara). Napsi-napsi aja deh. Makanya wajar kalo ada yang sholatnya getol, tapi maksiatnya juga nggak pernah absen. Malah ada juga yang sulit ngebedain mana perintah Allah, dan mana larangan-Nya. Akhirnya wajar kalo suka ketuker-tuker tuh. Yang halal malah diharamkan, dan yang haram disulap jadi halal. Ya, inilah kapitalisme dengan akidah sekularismenya.

Perlu kesadaran politik
Muhammad Muhammad Ismail dalam kitab Al Fikru Al Islamiy menyebutkan bahwa kesadaran politik (wa’yu siyasi) haruslah terdiri dari dua unsur. Pertama, kesadaran itu haruslah bersifat universal atau mendunia (internasional). Bukan kesadaran yang bersifat lokal semata. Kalo kamu yang sudah hidup di jaman yang serba digital tapi pikirannya masih lokal apalagi nggak punya pikiran model begitu, wah nggak kelas deh. Tengok dong saudara-saudara kita di Palestina, Uzbekistan, Tajikistan, Kashmir, Filipina, atau saudara kita di Maluku, Aceh, dan berbagai belahan dunia lainnya. Kita harus tahu dan peduli dengan keadaan mereka. Apakah sekarang lagi menderita atau bahagia. Harus sampai ke situ. Itulah namanya mondial alias mendunia. Jangan cuma tahu perkembangan artis doang, nggak ada gunanya kayak begituan mah. Catet ya!
Nah, unsur yang kedua adalah kesadaran politik yang dimiliki remaja harus berdasarkan pada sudut pandang tertentu alias zawiyatun khosshoh. Dengan kata lain remaja Islam harus bertindak subyektif dan obyektif dalam menilai peristiwa politik yang terjadi. Maksudnya, subyektif karena memang harus didasari pada sudut pandang Islam. Obyektif artinya tekun dan teliti dalam ‘membaca’ peristiwa yang terjadi. Ketelitian dan keakuratan memahami peristiwa politik, mutlak harus kamu miliki. Kenapa? Sebab, banyak peristiwa politik yang sering dikamuflase alias diputar-balikkan faktanya. Dan kerap menutup-nutupi berita. Misalkan, satu orang Palestina yang menyerang tentara Yahudi Israel, tapi aneh bin ajaib yang muncul di koran adalah tentara Israel diserbu teroris. Dan sebaliknya ketika puluhan tentara Israel membantai penduduk Palestina, yang muncul dalam berita adalah, upaya pembelaan diri tentara Israel. Wah, ini kan nggak benar. Maka, akhirnya kamu memang kudu obyektif juga.
Apa kenyataannya sekarang? Sayangnya, pendidikan politik untuk remaja tak bisa dibilang bagus. Justru malah sebaliknya. Remaja dilarang mencicipi manisnya politik. Akibatnya, remaja malah “dipolitikin” oleh ideologi selain Islam. Buktinya? Banyak remaja yang malah menjadi plagiator budaya Barat. Kalo sudah begitu, wajar bila sekarang, dan juga nanti di masa depan, hanya akan bermunculan generasi “politik” yang hanya bisa kwek, kwek,kwek!

Sumber : Buletin Cendekia

Kamis, 17 Maret 2016


Berikut ini saya lampirkan Rumah Type 100, monggo silahkan download Type 100


Berikut ini saya lampirkan Rumah Type 100, monggo silahkan download Type 100

Minggu, 14 Februari 2016

Hari Valentine’s memang kerap bikin heboh remaja. Gimana nggak heboh, di hari itu, semua orang—khususnya remaja—merasa ‘diwajibkan’ untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap orang-orang yang dikasihinya. Pada hari itu semua orang di seluruh dunia merasa terpanggil untuk menumpahkan kasih sayangnya. Meski sebetulnya yang terjadi kemudian adalah ajang baku syahwat yang sangat liar. Nah, itu fakta dari tahun ke tahun. Budaya bejat yang seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan remaja itu terus berlangsung sampai hari ini. Dan bukan tak mungkin akan menjasad dalam kehidupan kita bila tidak segera diubah.
Valentine’s adalah pesta remaja sedunia. Sedunia? Yap, karena yang melakukan bukan cuma kamu dan teman-teman kamu di sini, tapi pesta itu sudah menjadi hajatan global. Artinya, hajatan resmi sedunia. Menjelang tanggal 14 Februari semua orang di seluruh dunia dibikin sibuk—khususnya remaja. Segala perlengkapan pesta mulai disiapkan; balon, pita warna-warni, kostum spesial, minyak wangi dan asesoris lainnya, juga nggak ketinggalan kado istimewa buat sang kekasih pujaan hati. Dan kamu pun pasti udah paham bahwa pelaksanaan pesta “Kasih Sayang” itu akan berubah menjadi ajang gaul yang liar dan bebas nian. Gimana nggak bebas, cowok-cewek gabung jadi satu, bahkan bukan tak mungkin terjadi baku syahwat. Karena justru hal itulah yang sebenarnya menjadi tujuan mulianya. Wow, parah Boo...!
Sekadar tahu saja, sejatinya pesta itu bukan berasal dari ajaran Islam, Non. Tapi pesta itu awalnya adalah bagian dari ritual para penyembah berhala di Yunani, tapi kemudian pada perkembangan berikutnya pesta ini ‘dimodifikasi’ oleh para petinggi Kristen untuk mengenang kematian Saint Valentine yang dipenggal penguasa Roma. Jadi memang nggak ada dalam kamus ajaran Islam pesta tersebut (untuk mengingat kembali, kamu bisa buka Studia edisi 003/Tahun I).
Nah, pembahasan soal Valentine kali ini akan kita fokuskan pada pengaruh budaya global. Tepatnya ekspansi budaya global. Ini perlu kamu ketahui, karena pesta Valentine adalah bagian dari upaya globalisasi gaya hidup. Globalisasi adalah upaya orang-orang Barat—yakni musuh-musuh Islam—untuk menyamakan persepsi yang ada dalam benak mereka dengan orang-orang lain di seluruh dunia. Tapi celakanya, persepsi yang diemban oleh mereka kebanyakan adalah persepsi-persepsi yang berbahaya. Yang pada gilirannya nanti mereka bisa menguasai dan mengendalikan orang-orang di belahan dunia lain untuk tunduk dan patuh dengan apa yang mereka inginkan. Walhasil, globalisasi adalah senjata Barat dan Amerika yang cukup berbahaya dan sangat mengancam kehidupan kita.
Coba kamu perhatiin deh, sekarang orang Indonesia pun udah merasa bangga bila makanan, hiburan, maupun dandanannya adalah yang juga disukai dan dipakai oleh orang-orang Barat dan Amerika. Jujur saja, masih banyak teman remaja yang geregetan pengen makan di resto Amerika ketimbang ‘nongkrong’ di warung yang menjajakan makanan pribumi. So, mungkin kamu juga merasa besar kepala bila tanganmu menenteng jajanan McDonald’s atawa minuman Coca-Cola. Iya kan? Ngaku aja deh! (Idih, nuduh)
John Naisbitt dan Patricia Aburdene yang mengarang buku Megatrends 2000 mengungkapkan bahwa dunia ketiga akan dibanjiri produk-produk dunia maju. So, sekarang udah kejadian, tuh. Food, Fun, dan Fashion di seluruh dunia hampir seragam. Seolah produk-produk tersebut sudah menjadi daftar belanjaan rutin yang wajib dipenuhi. Semua orang di seluruh dunia makan makanan yang sama: humberger, hotdog, pizza, spaghetti, dan yang lainnya. Anak-anak di seluruh dunia bicara dan bercerita tentang hiburan yang sama, dari mulai film, video game, musik, sampai nyanyian. Kamu pasti udah biasa nonton film-film keluaran Hollywood. Produk Hollywood sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Lalu siapa sih yang nggak gaul dengan mesin fantasi keluaran Sony Corp.? Yang udah nyetel dengan mesin fantasi itu pasti kenal banget dengan yang namanya PlayStation. Apalagi ada ‘sekuel’-nya—PS 2. Dijamin kagak bete lagi.
Kalo soal musik dan nyanyian? Wow, jangan ditanya deh, dari mulai penyanyi sampai grup musiknya anak-anak ndeso di sini juga udah hapal betul. Karena televisi dan radio getol memutar lagu-lagu ‘bule’ itu. Walhasil, nyanyian dan musik menjadi seragam di seluruh dunia. Begitupun dengan urusan mode, semua orang di dunia ingin berdandan dengan model pakaian yang sama dengan yang udah dipakai supermodel dunia yang dipamerkan di rumah mode kelas dunia pula. Pokoknya, seragam!
Nggak terkecuali masalah budaya dan gaya hidup lainnya—termasuk pesta valentine ini. Akibatnya, semua anak remaja di seluruh dunia—termasuk di sini—merasa perlu untuk merayakannya. Bener kan?
Ini namanya globalisasi, Brur. Malah bila kita mau rajin menelusuri, ternyata persoalan itu hanya bagian kecil dari rencana licik Barat dan Amerika untuk menguasi dunia—khususnya dunia Islam. Karena yang lebih berbahaya dari itu masih banyak. Contohnya? Wah, kamu juga kudu gaul tampaknya. Ya, sistem kehidupan yang selama ini mengatur kehidupan kita itu nggak lepas dari rencana jahat mereka dalam menguasi dunia Islam. Lihat saja, semua negeri Islam sepakat mengamalkan dan bahkan membela matian-matian sistem demokrasi—produk hukum mereka yang rusak itu. Nggak terkecuali di negeri ini. Nah, itu juga adalah bagian dari globalisasi, Brur. Bahaya memang!

Sebuah Tantangan
Sekali lagi, nggak usah heran bila kita dan adik-adik kita bicara tentang film yang sama. Meski nggak seluruh film buatan Hollywood memang—bisa juga dari Jepang, Inggris, Jerman, dan bisa jadi Indonesia kalo mampu memproduksi film untuk konsumsi dunia. Tapi perlu diingat, meski demikian biasanya Amerika akan menerapkan standardisasi tertentu untuk membatasi gerak dunia ketiga agar jangan sampai mengalahkan dominasi mereka.
Namun, harus diakui bahwa dampak dari globalisasi itu bukan berarti salah semua. Masih ada sisi baik—meski sedikit—dari globalisasi ini. Contohnya perkembangan iptek yang kian pesat. Baik teknologi informasi: seperti internet dan komputer, juga teknologi militer, kimia, biologi, fisika, dan teknologi ramah lingkungan lainnya. Dipikir-pikir, emang Ibarat ‘pisau’ bermata dua. Artinya bisa kita pakai untuk menikam, tapi juga bisa menikam kita. Weleh weleh, ribet juga ya? Di sinilah perlunya kita membentengi diri dengan ‘ilmu’ yang cukup. Perkembangan ini kan bisa baik tapi sekaligus bisa jahat. Maka sikap bijaksana itu wajib kita miliki. Supaya nggak keburu nafsu menghukumi yang halal menjadi haram—atau sebaliknya. Apalagi kalo sampai terjebak menjadi pengikut budaya global yang nggak bener. Itu sih, kebangetan dah. Pendek kata, harus bertanggung jawab. Yang benar kita ambil, dan yang salah kita buang. Inilah tantangannya bagi kita. Tentu, tantangan yang harus dihadapi dengan bijaksana dan butuh penyelesaian jitu. Iya nggak?
Malah, kayaknya sekarang kita harus lebih cerdas lagi dalam menyikapinya. Bukan apa-apa, ekspansi bukan global ini makin berbahaya karena ditunjang dengan teknologi canggih. Jaringan internet misalnya, sudah merupakan kebutuhan tersendiri. Dengan kata lain, bukan fasilitas mewah. Berarti setiap orang hampir bisa dipastikan mampu mengakses dengan mudah. Wah, padahal nggak semua informasi yang ditampilkan jaringan ini mendidik. Jadi, jaringan maya ini ternyata perlu diperhitungkan juga, Non.  Kenapa? Ya, itu tadi, karena di jaringan ini akses informasi nyaris tanpa batas dan sulit dibendung.
Serangan musuh-musuh Islam yang berlindung di balik kedok globalisasi ini dampaknya cukup parah juga. Terutama bila itu berhubungan dengan informasi yang salah. Arena Woodstock Festival yang tiap empat tahun sekali diadakan itu gaungnya sampai juga di sini, lho. Lengkap dengan budaya dan gaya hidup yang diciptakannya. Akibatnya, dengan cepat menjalar di kalangan para remaja. Sebagai contoh saja, acara Woodstock pernah mendapat publikasi luas di seluruh pelosok Amerika. Dengan hasil yang cukup sukses itu, 4 bulan kemudian dilakukan pergelaran musik di Kota Altamonte, California, pantai Barat AS, menampilkan musik rock The Rolling Stones dari Inggris. Namun pergelaran itu tidak semulus seperti di New York, karena kacau oleh kehadiran suara ingar-bingar sepeda motor kelompok Hell's Angels. Acara diiringi aksi tawuran hingga empat orang tewas. ‘Lucu’nya, di sini pun remaja-remaja sering melakukan hal yang sama. Bila demikian, bisa jadi itu karena terpengaruh dengan kejadian di sana. Kayaknya remaja kita asal contek aja tuh.
Brur, budaya-budaya yang salah inilah yang sebenarnya sering ‘dijual’ oleh Barat dan Amerika kepada penghuni dunia ketiga (baca: dunia Islam). Dan celakanya, justru budaya ini yang laku. Lihat aja, remaja di negeri ini gayanya udah kayak remaja Paris or Amrik aja. Mulai dari makanan, hiburan, dandanan, sampai gaya hidup. Udah gitu merasa bangga lagi. Malu-maluin aja!

Tetap Waspada
Nggak ada jalan lain kecuali waspada memang. Waspada dalam pengertian tidak mudah tergoda dengan budaya baru yang bukan berasal dari Islam. Kamu harus pilih-pilih dulu. Jangan langsung caplok aja. Pokoknya pandai memilih dan memilah. Dan perlu dingat, patokan yang kamu pakai untuk menilai budaya tersebut adalah ajaran Islam. Kalo menurut Islam haram, maka kamu jangan maksa mengambil atau melakukan sesuatu itu. Dan sebaliknya bila menurut Islam itu boleh atau halal, kamu nggak dilarang untuk mengambil atau mengamalkan­nya. Well, jadi kamu dituntut untuk bisa bertanggung jawab. Dan itu cuma bisa dilakukan bila kamu udah paham tentang Islam. Maka, kalo belum paham soal Islam, jangan nekat melabrak. Harus tahu diri, berati kamu kudu belajar dulu tentang ajaran dan nilai-nilai Islam. Tapi memang harus diakui juga sih, penjagaan diri itu nggak cukup. Harus didukung oleh pengawasan masyarakat dan kekuasaan sebuah negara. Tujuannya? Supaya lebih joss! 
Selain kita kudu waspada, kita juga nggak boleh menjadikan musuh-musuh Islam sebagai teladan atau teman kita. Apalagi kalo kita mau aja ngikutin gaya hidup mereka. Hati-hati, jangan sampai deh! Allah Swt. berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudha­ratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali ‘Imrân [3]: 118).
Waduh, ngeri juga kan? Makanya nggak usahlah kamu bergaya hidup seperti kaum lain. Jangan sampai pengaruh jelek globalisasi menjadikan kamu lepas dari Islam. Karena ketika kamu terpengaruh dan kemudian ikut bergaya hidup seperti musuh-musuh Islam itu, berarti kamu telah menjadi pengikutnya (baca: temannya). Ih, syerem banget!
Makanya kamu nggak boleh latah ikut-ikutan budaya yang bukan berasal dari Islam. Nggak bener dan memang nggak baik. Bahkan kewajiban kamu adalah mengamalkan (ajaran) Islam, bukan ajaran kaum atau peradaban lain. Karena tentu saja, dengan adanya globalisasi ini musuh-musuh Islam sengaja membuat jalan agar kaum muslimin—khususnya remaja—untuk mengikuti kehendak mereka. Ini jelas sangat berbahaya. Karena bila kita masuk perangkap mereka, alamat hidup kita ancur-ancuran, Brur. Nah, termasuk dalam urusan Valentine’s ini. Karena pesta itu adalah bagian dari globalisasi budaya mereka. Ya, itulah gaya hidup mereka yang sengaja disusupkan ke benak kaum muslimin—khususnya remaja. Allah Swt menggambarkan bagaimana kebencian musuh-musuh Islam—yakni kaum Yahudi dan Nasrani—dalam menghancurkan ummat Islam. Firman Allah Swt.:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. al-Baqarah [2]: 120)
Dengan demikian, kita wajib waspada, jangan sampai terjerumus mengikuti budaya dan gaya hidup selain Islam. Kita bisa menang kawan. Karena Allah sudah menjanjikan kemenangan itu. Tentu jika kita mau berupaya membela Islam. Firman Allah Swt.
وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
“…dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS. an-Nisâ’ [4]: 141)
Sekali lagi Brur, pesta Valentine’s adalah bagian dari ekspansi budaya global. Dan sayangnya, pesta itu merupakan rencana jahat mereka untuk menghancurkan kepribadian Islam kita. Jangan salah, lho. Di balik ‘senyum manisnya’ tersimpan kebusukan. Hati-hati.
Ayo, kita harus bangga menjadi muslim!

Hari Valentine’s memang kerap bikin heboh remaja. Gimana nggak heboh, di hari itu, semua orang—khususnya remaja—merasa ‘diwajibkan’ untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap orang-orang yang dikasihinya. Pada hari itu semua orang di seluruh dunia merasa terpanggil untuk menumpahkan kasih sayangnya. Meski sebetulnya yang terjadi kemudian adalah ajang baku syahwat yang sangat liar. Nah, itu fakta dari tahun ke tahun. Budaya bejat yang seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan remaja itu terus berlangsung sampai hari ini. Dan bukan tak mungkin akan menjasad dalam kehidupan kita bila tidak segera diubah.
Valentine’s adalah pesta remaja sedunia. Sedunia? Yap, karena yang melakukan bukan cuma kamu dan teman-teman kamu di sini, tapi pesta itu sudah menjadi hajatan global. Artinya, hajatan resmi sedunia. Menjelang tanggal 14 Februari semua orang di seluruh dunia dibikin sibuk—khususnya remaja. Segala perlengkapan pesta mulai disiapkan; balon, pita warna-warni, kostum spesial, minyak wangi dan asesoris lainnya, juga nggak ketinggalan kado istimewa buat sang kekasih pujaan hati. Dan kamu pun pasti udah paham bahwa pelaksanaan pesta “Kasih Sayang” itu akan berubah menjadi ajang gaul yang liar dan bebas nian. Gimana nggak bebas, cowok-cewek gabung jadi satu, bahkan bukan tak mungkin terjadi baku syahwat. Karena justru hal itulah yang sebenarnya menjadi tujuan mulianya. Wow, parah Boo...!
Sekadar tahu saja, sejatinya pesta itu bukan berasal dari ajaran Islam, Non. Tapi pesta itu awalnya adalah bagian dari ritual para penyembah berhala di Yunani, tapi kemudian pada perkembangan berikutnya pesta ini ‘dimodifikasi’ oleh para petinggi Kristen untuk mengenang kematian Saint Valentine yang dipenggal penguasa Roma. Jadi memang nggak ada dalam kamus ajaran Islam pesta tersebut (untuk mengingat kembali, kamu bisa buka Studia edisi 003/Tahun I).
Nah, pembahasan soal Valentine kali ini akan kita fokuskan pada pengaruh budaya global. Tepatnya ekspansi budaya global. Ini perlu kamu ketahui, karena pesta Valentine adalah bagian dari upaya globalisasi gaya hidup. Globalisasi adalah upaya orang-orang Barat—yakni musuh-musuh Islam—untuk menyamakan persepsi yang ada dalam benak mereka dengan orang-orang lain di seluruh dunia. Tapi celakanya, persepsi yang diemban oleh mereka kebanyakan adalah persepsi-persepsi yang berbahaya. Yang pada gilirannya nanti mereka bisa menguasai dan mengendalikan orang-orang di belahan dunia lain untuk tunduk dan patuh dengan apa yang mereka inginkan. Walhasil, globalisasi adalah senjata Barat dan Amerika yang cukup berbahaya dan sangat mengancam kehidupan kita.
Coba kamu perhatiin deh, sekarang orang Indonesia pun udah merasa bangga bila makanan, hiburan, maupun dandanannya adalah yang juga disukai dan dipakai oleh orang-orang Barat dan Amerika. Jujur saja, masih banyak teman remaja yang geregetan pengen makan di resto Amerika ketimbang ‘nongkrong’ di warung yang menjajakan makanan pribumi. So, mungkin kamu juga merasa besar kepala bila tanganmu menenteng jajanan McDonald’s atawa minuman Coca-Cola. Iya kan? Ngaku aja deh! (Idih, nuduh)
John Naisbitt dan Patricia Aburdene yang mengarang buku Megatrends 2000 mengungkapkan bahwa dunia ketiga akan dibanjiri produk-produk dunia maju. So, sekarang udah kejadian, tuh. Food, Fun, dan Fashion di seluruh dunia hampir seragam. Seolah produk-produk tersebut sudah menjadi daftar belanjaan rutin yang wajib dipenuhi. Semua orang di seluruh dunia makan makanan yang sama: humberger, hotdog, pizza, spaghetti, dan yang lainnya. Anak-anak di seluruh dunia bicara dan bercerita tentang hiburan yang sama, dari mulai film, video game, musik, sampai nyanyian. Kamu pasti udah biasa nonton film-film keluaran Hollywood. Produk Hollywood sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Lalu siapa sih yang nggak gaul dengan mesin fantasi keluaran Sony Corp.? Yang udah nyetel dengan mesin fantasi itu pasti kenal banget dengan yang namanya PlayStation. Apalagi ada ‘sekuel’-nya—PS 2. Dijamin kagak bete lagi.
Kalo soal musik dan nyanyian? Wow, jangan ditanya deh, dari mulai penyanyi sampai grup musiknya anak-anak ndeso di sini juga udah hapal betul. Karena televisi dan radio getol memutar lagu-lagu ‘bule’ itu. Walhasil, nyanyian dan musik menjadi seragam di seluruh dunia. Begitupun dengan urusan mode, semua orang di dunia ingin berdandan dengan model pakaian yang sama dengan yang udah dipakai supermodel dunia yang dipamerkan di rumah mode kelas dunia pula. Pokoknya, seragam!
Nggak terkecuali masalah budaya dan gaya hidup lainnya—termasuk pesta valentine ini. Akibatnya, semua anak remaja di seluruh dunia—termasuk di sini—merasa perlu untuk merayakannya. Bener kan?
Ini namanya globalisasi, Brur. Malah bila kita mau rajin menelusuri, ternyata persoalan itu hanya bagian kecil dari rencana licik Barat dan Amerika untuk menguasi dunia—khususnya dunia Islam. Karena yang lebih berbahaya dari itu masih banyak. Contohnya? Wah, kamu juga kudu gaul tampaknya. Ya, sistem kehidupan yang selama ini mengatur kehidupan kita itu nggak lepas dari rencana jahat mereka dalam menguasi dunia Islam. Lihat saja, semua negeri Islam sepakat mengamalkan dan bahkan membela matian-matian sistem demokrasi—produk hukum mereka yang rusak itu. Nggak terkecuali di negeri ini. Nah, itu juga adalah bagian dari globalisasi, Brur. Bahaya memang!

Sebuah Tantangan
Sekali lagi, nggak usah heran bila kita dan adik-adik kita bicara tentang film yang sama. Meski nggak seluruh film buatan Hollywood memang—bisa juga dari Jepang, Inggris, Jerman, dan bisa jadi Indonesia kalo mampu memproduksi film untuk konsumsi dunia. Tapi perlu diingat, meski demikian biasanya Amerika akan menerapkan standardisasi tertentu untuk membatasi gerak dunia ketiga agar jangan sampai mengalahkan dominasi mereka.
Namun, harus diakui bahwa dampak dari globalisasi itu bukan berarti salah semua. Masih ada sisi baik—meski sedikit—dari globalisasi ini. Contohnya perkembangan iptek yang kian pesat. Baik teknologi informasi: seperti internet dan komputer, juga teknologi militer, kimia, biologi, fisika, dan teknologi ramah lingkungan lainnya. Dipikir-pikir, emang Ibarat ‘pisau’ bermata dua. Artinya bisa kita pakai untuk menikam, tapi juga bisa menikam kita. Weleh weleh, ribet juga ya? Di sinilah perlunya kita membentengi diri dengan ‘ilmu’ yang cukup. Perkembangan ini kan bisa baik tapi sekaligus bisa jahat. Maka sikap bijaksana itu wajib kita miliki. Supaya nggak keburu nafsu menghukumi yang halal menjadi haram—atau sebaliknya. Apalagi kalo sampai terjebak menjadi pengikut budaya global yang nggak bener. Itu sih, kebangetan dah. Pendek kata, harus bertanggung jawab. Yang benar kita ambil, dan yang salah kita buang. Inilah tantangannya bagi kita. Tentu, tantangan yang harus dihadapi dengan bijaksana dan butuh penyelesaian jitu. Iya nggak?
Malah, kayaknya sekarang kita harus lebih cerdas lagi dalam menyikapinya. Bukan apa-apa, ekspansi bukan global ini makin berbahaya karena ditunjang dengan teknologi canggih. Jaringan internet misalnya, sudah merupakan kebutuhan tersendiri. Dengan kata lain, bukan fasilitas mewah. Berarti setiap orang hampir bisa dipastikan mampu mengakses dengan mudah. Wah, padahal nggak semua informasi yang ditampilkan jaringan ini mendidik. Jadi, jaringan maya ini ternyata perlu diperhitungkan juga, Non.  Kenapa? Ya, itu tadi, karena di jaringan ini akses informasi nyaris tanpa batas dan sulit dibendung.
Serangan musuh-musuh Islam yang berlindung di balik kedok globalisasi ini dampaknya cukup parah juga. Terutama bila itu berhubungan dengan informasi yang salah. Arena Woodstock Festival yang tiap empat tahun sekali diadakan itu gaungnya sampai juga di sini, lho. Lengkap dengan budaya dan gaya hidup yang diciptakannya. Akibatnya, dengan cepat menjalar di kalangan para remaja. Sebagai contoh saja, acara Woodstock pernah mendapat publikasi luas di seluruh pelosok Amerika. Dengan hasil yang cukup sukses itu, 4 bulan kemudian dilakukan pergelaran musik di Kota Altamonte, California, pantai Barat AS, menampilkan musik rock The Rolling Stones dari Inggris. Namun pergelaran itu tidak semulus seperti di New York, karena kacau oleh kehadiran suara ingar-bingar sepeda motor kelompok Hell's Angels. Acara diiringi aksi tawuran hingga empat orang tewas. ‘Lucu’nya, di sini pun remaja-remaja sering melakukan hal yang sama. Bila demikian, bisa jadi itu karena terpengaruh dengan kejadian di sana. Kayaknya remaja kita asal contek aja tuh.
Brur, budaya-budaya yang salah inilah yang sebenarnya sering ‘dijual’ oleh Barat dan Amerika kepada penghuni dunia ketiga (baca: dunia Islam). Dan celakanya, justru budaya ini yang laku. Lihat aja, remaja di negeri ini gayanya udah kayak remaja Paris or Amrik aja. Mulai dari makanan, hiburan, dandanan, sampai gaya hidup. Udah gitu merasa bangga lagi. Malu-maluin aja!

Tetap Waspada
Nggak ada jalan lain kecuali waspada memang. Waspada dalam pengertian tidak mudah tergoda dengan budaya baru yang bukan berasal dari Islam. Kamu harus pilih-pilih dulu. Jangan langsung caplok aja. Pokoknya pandai memilih dan memilah. Dan perlu dingat, patokan yang kamu pakai untuk menilai budaya tersebut adalah ajaran Islam. Kalo menurut Islam haram, maka kamu jangan maksa mengambil atau melakukan sesuatu itu. Dan sebaliknya bila menurut Islam itu boleh atau halal, kamu nggak dilarang untuk mengambil atau mengamalkan­nya. Well, jadi kamu dituntut untuk bisa bertanggung jawab. Dan itu cuma bisa dilakukan bila kamu udah paham tentang Islam. Maka, kalo belum paham soal Islam, jangan nekat melabrak. Harus tahu diri, berati kamu kudu belajar dulu tentang ajaran dan nilai-nilai Islam. Tapi memang harus diakui juga sih, penjagaan diri itu nggak cukup. Harus didukung oleh pengawasan masyarakat dan kekuasaan sebuah negara. Tujuannya? Supaya lebih joss! 
Selain kita kudu waspada, kita juga nggak boleh menjadikan musuh-musuh Islam sebagai teladan atau teman kita. Apalagi kalo kita mau aja ngikutin gaya hidup mereka. Hati-hati, jangan sampai deh! Allah Swt. berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudha­ratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali ‘Imrân [3]: 118).
Waduh, ngeri juga kan? Makanya nggak usahlah kamu bergaya hidup seperti kaum lain. Jangan sampai pengaruh jelek globalisasi menjadikan kamu lepas dari Islam. Karena ketika kamu terpengaruh dan kemudian ikut bergaya hidup seperti musuh-musuh Islam itu, berarti kamu telah menjadi pengikutnya (baca: temannya). Ih, syerem banget!
Makanya kamu nggak boleh latah ikut-ikutan budaya yang bukan berasal dari Islam. Nggak bener dan memang nggak baik. Bahkan kewajiban kamu adalah mengamalkan (ajaran) Islam, bukan ajaran kaum atau peradaban lain. Karena tentu saja, dengan adanya globalisasi ini musuh-musuh Islam sengaja membuat jalan agar kaum muslimin—khususnya remaja—untuk mengikuti kehendak mereka. Ini jelas sangat berbahaya. Karena bila kita masuk perangkap mereka, alamat hidup kita ancur-ancuran, Brur. Nah, termasuk dalam urusan Valentine’s ini. Karena pesta itu adalah bagian dari globalisasi budaya mereka. Ya, itulah gaya hidup mereka yang sengaja disusupkan ke benak kaum muslimin—khususnya remaja. Allah Swt menggambarkan bagaimana kebencian musuh-musuh Islam—yakni kaum Yahudi dan Nasrani—dalam menghancurkan ummat Islam. Firman Allah Swt.:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. al-Baqarah [2]: 120)
Dengan demikian, kita wajib waspada, jangan sampai terjerumus mengikuti budaya dan gaya hidup selain Islam. Kita bisa menang kawan. Karena Allah sudah menjanjikan kemenangan itu. Tentu jika kita mau berupaya membela Islam. Firman Allah Swt.
وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
“…dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS. an-Nisâ’ [4]: 141)
Sekali lagi Brur, pesta Valentine’s adalah bagian dari ekspansi budaya global. Dan sayangnya, pesta itu merupakan rencana jahat mereka untuk menghancurkan kepribadian Islam kita. Jangan salah, lho. Di balik ‘senyum manisnya’ tersimpan kebusukan. Hati-hati.
Ayo, kita harus bangga menjadi muslim!

Senin, 08 Februari 2016

Dalam perhitungan campuran beton kita akan mendapatkan nilai masing-masing bahan dalam kebutuhan satuan berat, sedangkan dalam teknis pelaksanaan dilapangan untuk mencampurkan bahan dalam satuan berat akan menyulitkan pekerja, Oleh karena itu, untuk pekerjaan campuran beton dilapangan, kita memerlukan suatu konversi dari takaran berat ke volume, untuk melakukan konversi ini anda harus memperoleh data berat isi dari masing-masing material… Berikut salahsatu contoh perhitungan berat isi agregat :
Uraian
Berat Isi
Diameter mould  Ø (cm)
15.30
Tinggi mould      H (cm)
22.30
Volume mould    V (dm3)
4.10
Berat mould     W1 (kg)
8.24
Berat mould + agregat (kg)
13.82
Berat agregat W3 = W2 - W1
5.58
Berat volume (W3/V) kg/dm3
1.361

Catatan :
V mould = (1/4) .π  (15,3)2 . (22,3)                  = 4097.86 cm3
                                                                        = 4.10 dm3

Berikut contoh perhitungan konversi berat ke volume dalam pengujian beton :
Diketahui :
Kebutuhan campuran dalam berat :
Pasir                = 840.40 kg
Split                 = 907.46 kg
Semen             = 341.67 kg
Air                   = 210.48 kg  +
Berat isi beton = 2300 kg/m3
Kemudian kebutuhan bahan 1 m3 dibagi dengan bilangan tertentu dengan semen sebagai patokan perhitungan :
Semen 341.67 : 50 = 6.83
sehingga kebutuhan bahan dibagi bilangan 6.83 :
Pasir                = 122.98 kg
Split                 = 132.80 kg
Semen             = 50 kg/Zak
Air                   = 30.8 kg  +

Berikut ini contoh hasil uji berat isi bahan :
Pasir                = 1.59 kg/dm3
Split                 = 1.37 kg/dm3
Semen              = 1.25 kg/dm3
Kemudian bagi  dengan masing-masing uji berat isinya :
Pasir                = 77.21 dm3
Split                 = 96.71 dm3
Semen             = 40 dm3
Air                   = 30.8 liter
Jadi perbandingan volume dihitung dengan membagi jumlah semen (semen = 40) :
Pasir                = 1.93
Split                 = 2.42
Semen              = 1
Air                   = 0.77

Sehingga jika dibuat takaran dengan ukuran panjang dan lebar 30 cm x 30 cm maka :
Pasir                = 30 x 30 x jumlah takaran (contoh = 3 takaran) = tinggi takaran?
                        = ((Jumlah pasir/(3x3))/jumlah takaran)*10
                        = ((77.21/(3x3))/3)*10
= 28.6
Dengan cara yang sama maka :
Semen              = 50 kg                                    = 1 zak
Split                 = 30 cm x 30 cm x 26.86        = 4 takaran
Pasir                = 30 cm x 30 cm x 28.60        = 3 takaran
Air                   = 30.80 liter

Jika digambarkan :






Dalam perhitungan campuran beton kita akan mendapatkan nilai masing-masing bahan dalam kebutuhan satuan berat, sedangkan dalam teknis pelaksanaan dilapangan untuk mencampurkan bahan dalam satuan berat akan menyulitkan pekerja, Oleh karena itu, untuk pekerjaan campuran beton dilapangan, kita memerlukan suatu konversi dari takaran berat ke volume, untuk melakukan konversi ini anda harus memperoleh data berat isi dari masing-masing material… Berikut salahsatu contoh perhitungan berat isi agregat :
Uraian
Berat Isi
Diameter mould  Ø (cm)
15.30
Tinggi mould      H (cm)
22.30
Volume mould    V (dm3)
4.10
Berat mould     W1 (kg)
8.24
Berat mould + agregat (kg)
13.82
Berat agregat W3 = W2 - W1
5.58
Berat volume (W3/V) kg/dm3
1.361

Catatan :
V mould = (1/4) .π  (15,3)2 . (22,3)                  = 4097.86 cm3
                                                                        = 4.10 dm3

Berikut contoh perhitungan konversi berat ke volume dalam pengujian beton :
Diketahui :
Kebutuhan campuran dalam berat :
Pasir                = 840.40 kg
Split                 = 907.46 kg
Semen             = 341.67 kg
Air                   = 210.48 kg  +
Berat isi beton = 2300 kg/m3
Kemudian kebutuhan bahan 1 m3 dibagi dengan bilangan tertentu dengan semen sebagai patokan perhitungan :
Semen 341.67 : 50 = 6.83
sehingga kebutuhan bahan dibagi bilangan 6.83 :
Pasir                = 122.98 kg
Split                 = 132.80 kg
Semen             = 50 kg/Zak
Air                   = 30.8 kg  +

Berikut ini contoh hasil uji berat isi bahan :
Pasir                = 1.59 kg/dm3
Split                 = 1.37 kg/dm3
Semen              = 1.25 kg/dm3
Kemudian bagi  dengan masing-masing uji berat isinya :
Pasir                = 77.21 dm3
Split                 = 96.71 dm3
Semen             = 40 dm3
Air                   = 30.8 liter
Jadi perbandingan volume dihitung dengan membagi jumlah semen (semen = 40) :
Pasir                = 1.93
Split                 = 2.42
Semen              = 1
Air                   = 0.77

Sehingga jika dibuat takaran dengan ukuran panjang dan lebar 30 cm x 30 cm maka :
Pasir                = 30 x 30 x jumlah takaran (contoh = 3 takaran) = tinggi takaran?
                        = ((Jumlah pasir/(3x3))/jumlah takaran)*10
                        = ((77.21/(3x3))/3)*10
= 28.6
Dengan cara yang sama maka :
Semen              = 50 kg                                    = 1 zak
Split                 = 30 cm x 30 cm x 26.86        = 4 takaran
Pasir                = 30 cm x 30 cm x 28.60        = 3 takaran
Air                   = 30.80 liter

Jika digambarkan :






Rabu, 27 Januari 2016

Hanya sekedar menguji saja, artikel ini saya peroleh dari salah satu blog dibawah tentang bagaimana cara cepat mendapatkan pagerank hanya dengan copy paste artikel. Sekali lagi hanya menguji apakah artikel copas ini benar-benar bisa mendapatkan pagerank, sedangkan blog saya pengunjungnya masih berkisar dibawah 10 perharinya. Maklum blog yang masih bayi dan belum berumur. Nah jika anda berminat juga silakan anda menerapkan cara ini untuk mendapatkan atau meningkatkan pagerank blog anda.
Bagaimana caranya ?
Silakan copy artikel berikut —— Copy mulai di sini —— Silahkan pelajari dengan baik lalu anda terapkan dengan benar…. Ada kata bijak yang mengatakan “Honesty is The Best Policy (Kejujuran adalah politik/strategi terbaik)”, mari kita buktikan….apakah konsep kejujuran disini dapat kita gunakan untuk menghasilkan traffic dan popularity yang sangat hebat dari sebuah metode rumit para expert webmaster atau pakar SEO..? Saya percaya kita bisa asal metode ini anda terapkan dengan benar…,apabila ini di aplikasikan pada web/blog anda sesuai ketentuan maka:
Blog anda akan kebanjiran traffic pengunjung secara luar biasa hari demi hari, tanpa anda harus repot-repot memikirkan SEO atau capek-capek melakukan promosi keberbagai tempat di dunia online.
Blog anda juga akan kebanjiran backlink secara signifikan hari demi hari, tanpa perlu repot-repot berburu link keberbagai tempat di dunia internet.
Hal yang harus anda lakukan adalah ikuti langkah-langkah berikut :
Buatlah postingan artikel seperti posting saya ini, atau copy-paste artikel ini. Lalu beri Judul sesuka anda (karena itu merupakan SEO buat web/blog anda sendiri).
Anda cukup hanya meletakkan Link-Link di bawah ini pada artikel anda tersebut pada blog/web anda.
1.        Panduan belajar WordPress
2.        Softare Asli
3.        Lirik Music Indo
4.        Lirik Music Luar
5.        Free Template
6.        game para gamer
8.       Vidia Blog
9.    kreativitas
10.    Bang huda
11.    Green Tree
12.    mbak hawa
13.    Blog SEO Blogger
15.   Ilmu teknik

PERATURAN :
Sebelum anda meletakkan Link-Link tersebut ditas ke dalam postingan web/blog anda, harap hapus Link nomor 1 , Sehingga link no 1 hilang dari daftar link dan setiap link anda naikkan 1 level ke atas. Yang tadinya no 2 naik menjadi no 1, yang tadinya no 3 menjadi no 2, yang tadinya no 4 menjadi no 3 dan begitu seterusnya. Setelah itu masukkan Link anda pada urutan Paling bawah ( no 15 ).
Ingat!!! Jangan Merubah Urutan daftar link Apabila setiap blogger yang ikut dalam metode ini berhasil di duplikasi ole blogger lain yang akan bergabung, andaikan 5 blogger yang bergabung maka Backlink yang anda dapat adalah Ketika:

Posisi anda 15, jumlah backlink = 1

Posisi 14, jumlah backlink = 5
Posisi 13, jumlah backlink = 25
Posisi 12, jumlah backlink = 125
Posisi 11, jumlah backlink = 625
Posisi 10, jumlah backlink = 3.125
Posisi 9, jumlah backlink = 15.625
Posisi 8, jumlah backlink = 78.125
Posisi 7, jumlah backlink = 390.625
Posisi 6, jumlah backlink = 1.953.125
Posisi 5, jumlah backlink = 9.765.625
Posisi 4, jumlah backlink = 48.828.125
Posisi 3, jumlah backlink = 244.140.625
Posisi 2, jumlah backlink = 1.220.703.125
Posisi 1, jumlah backlink = 6.103.515.625


Dan semua Dari kata kunci yang anda inginkan, bayangkan jika ini bisa berjalan dengan sempurna maka anda akan memperoleh 6.103.515.625 external link yang berasal dari berbagai blog yang anda tidak akan pernah bayangkan sebelumnya. Belum lagi apabila ada pengunjung blog anda dari Link List tersebut diatas maka otomatis anda akan memperoleh traffic ke web/blog anda juga. Ingat!!! Aturuan mainnya, Anda harus memulai dari urutan paling bawah (no 15) sehingga hasil backlink anda bisa Maksimal. Jangan salahkan saya apabila anda tidak mengikuti metode ini dengan benar dan Link anda tiba-tiba berada pada urutan no 1 dan menghilang pada Link daftar. Jadi mulai lah pada urutan paling bawah(no 15). Bisakah Anda melakukan tindakan tidak fair atau tidak jujur dengan menyabotase metode ini, misalkan saja “menghilangkan semua link asal” lalu di isi dengan link web/blog anda sendiri…? ….Bisa, dan metode ini menjadi tidak maksimal. Kejujuran adalah strategi/politik terbaik…..Tapi saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri dengan melakukan tindakan murahan seperti itu… —- SELESAI —-

Hanya sekedar menguji saja, artikel ini saya peroleh dari salah satu blog dibawah tentang bagaimana cara cepat mendapatkan pagerank hanya dengan copy paste artikel. Sekali lagi hanya menguji apakah artikel copas ini benar-benar bisa mendapatkan pagerank, sedangkan blog saya pengunjungnya masih berkisar dibawah 10 perharinya. Maklum blog yang masih bayi dan belum berumur. Nah jika anda berminat juga silakan anda menerapkan cara ini untuk mendapatkan atau meningkatkan pagerank blog anda.
Bagaimana caranya ?
Silakan copy artikel berikut —— Copy mulai di sini —— Silahkan pelajari dengan baik lalu anda terapkan dengan benar…. Ada kata bijak yang mengatakan “Honesty is The Best Policy (Kejujuran adalah politik/strategi terbaik)”, mari kita buktikan….apakah konsep kejujuran disini dapat kita gunakan untuk menghasilkan traffic dan popularity yang sangat hebat dari sebuah metode rumit para expert webmaster atau pakar SEO..? Saya percaya kita bisa asal metode ini anda terapkan dengan benar…,apabila ini di aplikasikan pada web/blog anda sesuai ketentuan maka:
Blog anda akan kebanjiran traffic pengunjung secara luar biasa hari demi hari, tanpa anda harus repot-repot memikirkan SEO atau capek-capek melakukan promosi keberbagai tempat di dunia online.
Blog anda juga akan kebanjiran backlink secara signifikan hari demi hari, tanpa perlu repot-repot berburu link keberbagai tempat di dunia internet.
Hal yang harus anda lakukan adalah ikuti langkah-langkah berikut :
Buatlah postingan artikel seperti posting saya ini, atau copy-paste artikel ini. Lalu beri Judul sesuka anda (karena itu merupakan SEO buat web/blog anda sendiri).
Anda cukup hanya meletakkan Link-Link di bawah ini pada artikel anda tersebut pada blog/web anda.
1.        Panduan belajar WordPress
2.        Softare Asli
3.        Lirik Music Indo
4.        Lirik Music Luar
5.        Free Template
6.        game para gamer
8.       Vidia Blog
9.    kreativitas
10.    Bang huda
11.    Green Tree
12.    mbak hawa
13.    Blog SEO Blogger
15.   Ilmu teknik

PERATURAN :
Sebelum anda meletakkan Link-Link tersebut ditas ke dalam postingan web/blog anda, harap hapus Link nomor 1 , Sehingga link no 1 hilang dari daftar link dan setiap link anda naikkan 1 level ke atas. Yang tadinya no 2 naik menjadi no 1, yang tadinya no 3 menjadi no 2, yang tadinya no 4 menjadi no 3 dan begitu seterusnya. Setelah itu masukkan Link anda pada urutan Paling bawah ( no 15 ).
Ingat!!! Jangan Merubah Urutan daftar link Apabila setiap blogger yang ikut dalam metode ini berhasil di duplikasi ole blogger lain yang akan bergabung, andaikan 5 blogger yang bergabung maka Backlink yang anda dapat adalah Ketika:

Posisi anda 15, jumlah backlink = 1

Posisi 14, jumlah backlink = 5
Posisi 13, jumlah backlink = 25
Posisi 12, jumlah backlink = 125
Posisi 11, jumlah backlink = 625
Posisi 10, jumlah backlink = 3.125
Posisi 9, jumlah backlink = 15.625
Posisi 8, jumlah backlink = 78.125
Posisi 7, jumlah backlink = 390.625
Posisi 6, jumlah backlink = 1.953.125
Posisi 5, jumlah backlink = 9.765.625
Posisi 4, jumlah backlink = 48.828.125
Posisi 3, jumlah backlink = 244.140.625
Posisi 2, jumlah backlink = 1.220.703.125
Posisi 1, jumlah backlink = 6.103.515.625


Dan semua Dari kata kunci yang anda inginkan, bayangkan jika ini bisa berjalan dengan sempurna maka anda akan memperoleh 6.103.515.625 external link yang berasal dari berbagai blog yang anda tidak akan pernah bayangkan sebelumnya. Belum lagi apabila ada pengunjung blog anda dari Link List tersebut diatas maka otomatis anda akan memperoleh traffic ke web/blog anda juga. Ingat!!! Aturuan mainnya, Anda harus memulai dari urutan paling bawah (no 15) sehingga hasil backlink anda bisa Maksimal. Jangan salahkan saya apabila anda tidak mengikuti metode ini dengan benar dan Link anda tiba-tiba berada pada urutan no 1 dan menghilang pada Link daftar. Jadi mulai lah pada urutan paling bawah(no 15). Bisakah Anda melakukan tindakan tidak fair atau tidak jujur dengan menyabotase metode ini, misalkan saja “menghilangkan semua link asal” lalu di isi dengan link web/blog anda sendiri…? ….Bisa, dan metode ini menjadi tidak maksimal. Kejujuran adalah strategi/politik terbaik…..Tapi saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri dengan melakukan tindakan murahan seperti itu… —- SELESAI —-

Sabtu, 23 Januari 2016

Berikut ini saya lampirkan gambar rumah type 80 dengan format autocad, monggo silahkan download Rumah Type 80

Berikut ini saya lampirkan gambar rumah type 80 dengan format autocad, monggo silahkan download Rumah Type 80

Kamis, 21 Januari 2016


Kepulauan biawak adalah sebuah pulau yang terletak di laut jawa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Pulau Biawak terletak di sebelah utara semenanjung Inrdamayu sekitar 40 kilometer dari pantai utara Indramayu, dan secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Pulau biyawak adalah salah satu tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Daratan seluas 120 hektare ini juga kaya dengan tanaman bakau yang hijau dan rapat dipandang dari ketinggian. Nama kepulauan ini diambil dari banyaknya satwa biawak yang hidup di kepulauan ini. Kepulauan ini dapat ditempuh sekitar 3 sampai dengan 4 jam menggunakan perahu motor dari pelabuhan Karangsong, Indramayu.  Pulau ini terkenal sebagai objek wisata bahari dengan taman laut dan ikan hias yang indah serta terumbu karang yang asri. Sesungguhnya nama pulau tersebut adalah Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 centimeter hingga 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya. Selain disebut sebagai pulau Biawak, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis. Pulau ini memiliki pesona wisata yang unik, karena karangnya yang masih 'perawan ' dan hidup. Keberadaan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Maka tak heran, bangsa Belanda semasa menjajah kepulauan Indonesia, mendirikan bangunan menara Mercusuar. Mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun oleh ZM Willem pada 1872. Hingga kini mercusuar tersebut masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Usia mercusuar diperkirakan seumur dengan mercusuar di Pantai Anyer.

Sumber : Wikipedia
Di Pulau ini juga tersedia Paket wisata Snorkling, Diving dll


Kepulauan biawak adalah sebuah pulau yang terletak di laut jawa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Pulau Biawak terletak di sebelah utara semenanjung Inrdamayu sekitar 40 kilometer dari pantai utara Indramayu, dan secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Pulau biyawak adalah salah satu tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Daratan seluas 120 hektare ini juga kaya dengan tanaman bakau yang hijau dan rapat dipandang dari ketinggian. Nama kepulauan ini diambil dari banyaknya satwa biawak yang hidup di kepulauan ini. Kepulauan ini dapat ditempuh sekitar 3 sampai dengan 4 jam menggunakan perahu motor dari pelabuhan Karangsong, Indramayu.  Pulau ini terkenal sebagai objek wisata bahari dengan taman laut dan ikan hias yang indah serta terumbu karang yang asri. Sesungguhnya nama pulau tersebut adalah Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 centimeter hingga 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya. Selain disebut sebagai pulau Biawak, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis. Pulau ini memiliki pesona wisata yang unik, karena karangnya yang masih 'perawan ' dan hidup. Keberadaan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Maka tak heran, bangsa Belanda semasa menjajah kepulauan Indonesia, mendirikan bangunan menara Mercusuar. Mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun oleh ZM Willem pada 1872. Hingga kini mercusuar tersebut masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Usia mercusuar diperkirakan seumur dengan mercusuar di Pantai Anyer.

Sumber : Wikipedia
Di Pulau ini juga tersedia Paket wisata Snorkling, Diving dll

Sebelum melakukan perhitungan campuran beton, ada langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melengkapi data perhitungan diantaranya adalah :
1.      Uji analisa saringan agregat halus dan kasar
analisis saringan agregat adalah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian angka-angka persentase digambarkan pada grafik pembagian butir. Uji analisis saringan agregat bertujuan untuk memperoleh distribusi besaran atau jumlah persentase butiran baik agregat halus dan kasar. Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 03-1968-1990
2.      Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air agregat halus dan Kasar
Berat jenis adalah perbandingan antara berat dari satuan volume dari satuan material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperatur yang ditentukan. Nilai-nilainya adalah tanpa dimensi. Sedangkan penyerapan air adalah penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi belum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagai persentase dari berat keringnya. Agregat dikatakan kering ketika telah dijaga pada temperatur (110±5) 0C dalam rentang waktu yang cukup untuk menghilangkan seluruh kandungan air yang ada (beratnya tetap). Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 1969:2008 tentang Berat Jenis dan penyerapan ageregat kasar dan SNI 1970:2008 Berat Jenis dan penyerapan ageregat halus )
3.      Uji kadar air
Kadar air agregat adalah besarnya perbandingan antara berat air yang dikandung agregat dengan agregat dalam keadaan kering, dinyatakan dalam persen. Uji kadar air bertujuan untuk memperoleh angka persentase kadar air yang dikandung oleh agregat. Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 03-1971-1990.
4.      Uji Keausan
Keausan adalah perbandingan antara berat bahan yang hilang atau tergerus (akibat benturan bola-bola baja) terhadap berat bahan awal (semula). Uji keausan agregat bertujuan untuk mengetahui angka keausan yang dinyatakan dengan perbandingan angka keausan dengan perbandingan antara berat bahan aus terhadap berat semula dalam persen. Uji ini sebenarnya tidak termasuk dalam hitungan campuran beton, akantetapi data ini sebagai justifikasi pengawas lapangan apakah material agregat kasar dapat diterima sebagai campuran beton atau tidak. Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 2417:2008.
Berikut ini adalah contoh hasil-hasil pengujian sebagai data penunjang perhitungan dapat dilihat dalam gambar berikut :


Dalam perhitungan campuran beton, ada beberapa metode yang digunakan diantaranya Metode ACI (American Concrete Institute), Metode DOE (Departement Of Environment) dan SNI 03-2834-2000. Dalam contoh hitungan ini adalah menggunakan metode SNI. Berikut contoh hitungannya anda dapat melihat disini

Dari hasil perhitungan didapatkan :

Pasir          = 976.02 kg
Split           = 691.95 kg
Semen       = 438.78 kg
Air             = 193.25 kg
Jumlah berat isi campuran = 2300 kg/m3

Untuk melihat tata cara perhitungan campuran beton anda dapat melihat di SNI 03-2834-2000
Untuk format pengujian anda bisa melihat di link berikut Format pengujian



Sebelum melakukan perhitungan campuran beton, ada langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melengkapi data perhitungan diantaranya adalah :
1.      Uji analisa saringan agregat halus dan kasar
analisis saringan agregat adalah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian angka-angka persentase digambarkan pada grafik pembagian butir. Uji analisis saringan agregat bertujuan untuk memperoleh distribusi besaran atau jumlah persentase butiran baik agregat halus dan kasar. Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 03-1968-1990
2.      Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air agregat halus dan Kasar
Berat jenis adalah perbandingan antara berat dari satuan volume dari satuan material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperatur yang ditentukan. Nilai-nilainya adalah tanpa dimensi. Sedangkan penyerapan air adalah penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi belum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagai persentase dari berat keringnya. Agregat dikatakan kering ketika telah dijaga pada temperatur (110±5) 0C dalam rentang waktu yang cukup untuk menghilangkan seluruh kandungan air yang ada (beratnya tetap). Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 1969:2008 tentang Berat Jenis dan penyerapan ageregat kasar dan SNI 1970:2008 Berat Jenis dan penyerapan ageregat halus )
3.      Uji kadar air
Kadar air agregat adalah besarnya perbandingan antara berat air yang dikandung agregat dengan agregat dalam keadaan kering, dinyatakan dalam persen. Uji kadar air bertujuan untuk memperoleh angka persentase kadar air yang dikandung oleh agregat. Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 03-1971-1990.
4.      Uji Keausan
Keausan adalah perbandingan antara berat bahan yang hilang atau tergerus (akibat benturan bola-bola baja) terhadap berat bahan awal (semula). Uji keausan agregat bertujuan untuk mengetahui angka keausan yang dinyatakan dengan perbandingan angka keausan dengan perbandingan antara berat bahan aus terhadap berat semula dalam persen. Uji ini sebenarnya tidak termasuk dalam hitungan campuran beton, akantetapi data ini sebagai justifikasi pengawas lapangan apakah material agregat kasar dapat diterima sebagai campuran beton atau tidak. Untuk tata caranya ujinya anda dapat melihat di SNI 2417:2008.
Berikut ini adalah contoh hasil-hasil pengujian sebagai data penunjang perhitungan dapat dilihat dalam gambar berikut :


Dalam perhitungan campuran beton, ada beberapa metode yang digunakan diantaranya Metode ACI (American Concrete Institute), Metode DOE (Departement Of Environment) dan SNI 03-2834-2000. Dalam contoh hitungan ini adalah menggunakan metode SNI. Berikut contoh hitungannya anda dapat melihat disini

Dari hasil perhitungan didapatkan :

Pasir          = 976.02 kg
Split           = 691.95 kg
Semen       = 438.78 kg
Air             = 193.25 kg
Jumlah berat isi campuran = 2300 kg/m3

Untuk melihat tata cara perhitungan campuran beton anda dapat melihat di SNI 03-2834-2000
Untuk format pengujian anda bisa melihat di link berikut Format pengujian