Hidup penuh perjuangan

Jumat, 15 Januari 2016

Batas cair tanah adalah kadar air minimum dimana sifat suatu jenis tanah berubah dari keadaan cair menjadi plastis, batas tanah berbutir halus dapat ditentukan dengan pengujian Casagrande dan kerucut penetrasi (Cone Penetration).
A. Metode Casagrande
Bagian utama alat ini terdiri dari cawan (bowl) dan bantalan karet yang keras (rubber base). secara Skematik metode casagrande dapat dilihat pada gambar berikut :

Untuk melakukan uji batas cair, sejumlah pasta tanah (tanah yang dicampur rata dengan air sampai homogen) ditempatkan ke dalam cawan. selanjutnya, pasta tanah yangtelah diratakan dibagi menjadi  dua bagian terbentuk celah antara dua bagian dengan meggunakan alat pembuat alur (grooving tool) yang standar. dengan menggunakan tangkai pemutar, cawan akan terangkat setinggi 10 mm dan jatuh dengan 2 putaran perdetik. jumlah pukulan yang menyebabkan tertutupnya celah sepanjang 12.7 mm (0.5 in) dicatat dan contoh tanah diambil guna diuji kadar airnya. Kadar air yang diperlukan untuk menutup celah sepanjang 12.7 mm pada 25 kali pukulan didefinisikan sebagai batas cair.
Dalam praktek, cukup sulit mengatur agar celah dapat tertutup pada 25 kali pukulan hanya dengan satu kali pengujian. oleh karena itu, diperlukan tiga sampai empat kali data lagi dengan kondisi kadar air yang berbeda-beda dengan jumlah pukulan antara 15-35. Hubungan antara kadar air dan julah pukulan ini selanjutnya digambarkan dalam grafik semi logaritma, Dari pasangan data tersebut ditarik suatu hubungan linear yang terbaik yang disebut flow curve. Kadar air pada jumlah pukulan 25 yang dihasilkan dari flow curve ini selanjutnya ditetapkan sebagai batas cair tanah.
Penentuan batas cair dengan metode casagrande memiliki banyak kelemahan sebagimana dinyatakan sendiri dalam Casagrande (1958). Sherwood dan riley (1970) setidaknya mengidentifikasi keterbatasan metode tersebut:

  1. Pada beberapa jenis tanah, terutama yang sedikit mengandung pasir halus, terdapat kesulitan dalam membuat alur yang membagi dua bagian pasta tanah
  2. Bila tanah yang memiliki plastisitas rendah tidak menuttup celah secara plastis, namun cenderung runtuh dan menjadi cair (liquefy) karena getaran dalam cawan sebagai akibat dari gaya dinamis
  3. Sangat dipengaruhi oleh kemampuan orang yang melakukan terutama untuk memastikan apakah celah telah tertutup atau belum.
Untuk standar sni metode casagrande anda bisa melihat pada SNI 03-1967-1990, link download

B. Metode Cone Penetrometer
Metod cone penetrometer atau fall cone telah banyak digunakan untuk menentukan batas cair yang merupakan standar pengujian dari British Standar - BS-1377:1990. Dalam metode ini, bagian kerucut memiliki kemiringan sudut 30 derajat dengantotal masa 80 gr. kerucut ini kemudian dijatuhkan secara bebas, dengan kerucut awalya menyenh permukaan tanah daam cawan, sehingga menembus tanah dalam selang waktu 5 detik. Secara skematik penentuan batas cair metode ini dapat dilihat dalam gambar berikut ini

Kadar air contoh tanah yang menunjukkan pembacaan kedalaman kerucut yang masuk kedalam tanah (d) sebesar 20 mm didefinisikan sebagai batas cair.
Pada prakteknya, penentuan batas cair dengan metode ini sangat sulit. Oleh karenanya, dilakukan empat atau lebih pengujian dengan kadr air contoh tanah yang berbeda beda sehingga diperoleh pasangan data kedalaman kerucut dan pada setiap kadar air. Data ini kemudian digambarkan dalam grafik. hubungan linear yang terbaik dari data tersebut menunjukkan flow indexs.
Dalam BS-1377 : 1990  disarankan bahwa kadar air contoh tanah hendaknya sedemikianrupa sehingga pembacaan kedalaman kerucut berada dalam rentang 15-25 mm. 

Batas cair tanah adalah kadar air minimum dimana sifat suatu jenis tanah berubah dari keadaan cair menjadi plastis, batas tanah berbutir halus dapat ditentukan dengan pengujian Casagrande dan kerucut penetrasi (Cone Penetration).
A. Metode Casagrande
Bagian utama alat ini terdiri dari cawan (bowl) dan bantalan karet yang keras (rubber base). secara Skematik metode casagrande dapat dilihat pada gambar berikut :

Untuk melakukan uji batas cair, sejumlah pasta tanah (tanah yang dicampur rata dengan air sampai homogen) ditempatkan ke dalam cawan. selanjutnya, pasta tanah yangtelah diratakan dibagi menjadi  dua bagian terbentuk celah antara dua bagian dengan meggunakan alat pembuat alur (grooving tool) yang standar. dengan menggunakan tangkai pemutar, cawan akan terangkat setinggi 10 mm dan jatuh dengan 2 putaran perdetik. jumlah pukulan yang menyebabkan tertutupnya celah sepanjang 12.7 mm (0.5 in) dicatat dan contoh tanah diambil guna diuji kadar airnya. Kadar air yang diperlukan untuk menutup celah sepanjang 12.7 mm pada 25 kali pukulan didefinisikan sebagai batas cair.
Dalam praktek, cukup sulit mengatur agar celah dapat tertutup pada 25 kali pukulan hanya dengan satu kali pengujian. oleh karena itu, diperlukan tiga sampai empat kali data lagi dengan kondisi kadar air yang berbeda-beda dengan jumlah pukulan antara 15-35. Hubungan antara kadar air dan julah pukulan ini selanjutnya digambarkan dalam grafik semi logaritma, Dari pasangan data tersebut ditarik suatu hubungan linear yang terbaik yang disebut flow curve. Kadar air pada jumlah pukulan 25 yang dihasilkan dari flow curve ini selanjutnya ditetapkan sebagai batas cair tanah.
Penentuan batas cair dengan metode casagrande memiliki banyak kelemahan sebagimana dinyatakan sendiri dalam Casagrande (1958). Sherwood dan riley (1970) setidaknya mengidentifikasi keterbatasan metode tersebut:

  1. Pada beberapa jenis tanah, terutama yang sedikit mengandung pasir halus, terdapat kesulitan dalam membuat alur yang membagi dua bagian pasta tanah
  2. Bila tanah yang memiliki plastisitas rendah tidak menuttup celah secara plastis, namun cenderung runtuh dan menjadi cair (liquefy) karena getaran dalam cawan sebagai akibat dari gaya dinamis
  3. Sangat dipengaruhi oleh kemampuan orang yang melakukan terutama untuk memastikan apakah celah telah tertutup atau belum.
Untuk standar sni metode casagrande anda bisa melihat pada SNI 03-1967-1990, link download

B. Metode Cone Penetrometer
Metod cone penetrometer atau fall cone telah banyak digunakan untuk menentukan batas cair yang merupakan standar pengujian dari British Standar - BS-1377:1990. Dalam metode ini, bagian kerucut memiliki kemiringan sudut 30 derajat dengantotal masa 80 gr. kerucut ini kemudian dijatuhkan secara bebas, dengan kerucut awalya menyenh permukaan tanah daam cawan, sehingga menembus tanah dalam selang waktu 5 detik. Secara skematik penentuan batas cair metode ini dapat dilihat dalam gambar berikut ini

Kadar air contoh tanah yang menunjukkan pembacaan kedalaman kerucut yang masuk kedalam tanah (d) sebesar 20 mm didefinisikan sebagai batas cair.
Pada prakteknya, penentuan batas cair dengan metode ini sangat sulit. Oleh karenanya, dilakukan empat atau lebih pengujian dengan kadr air contoh tanah yang berbeda beda sehingga diperoleh pasangan data kedalaman kerucut dan pada setiap kadar air. Data ini kemudian digambarkan dalam grafik. hubungan linear yang terbaik dari data tersebut menunjukkan flow indexs.
Dalam BS-1377 : 1990  disarankan bahwa kadar air contoh tanah hendaknya sedemikianrupa sehingga pembacaan kedalaman kerucut berada dalam rentang 15-25 mm. 

Selasa, 12 Januari 2016

A.    Pondasi tiang
Secara umum, pondasi tiang adalah elemen struktur yang berfungsi meneruskan beban kepada tanah, baik beban arah vertikal maupun horizontal. Namun demikian fungsi pondasi tiang lebih dari itu, dan penerapannya untuk masalah-masalah lain cukup banyak diantaranya :
1.      Untuk memikul beban struktur atas
2.      Untuk menahan gaya angkat (up-lift) pada pondasi atau dok dibawah muka air
3.      Untuk memadatkan tanah pasiran dengan cara penggetaran dimana tiang kemudian dapat ditarik kembali
4.      Untuk mengurangi penurunan (sistem tiang rait dan cerucuk)
5.      Untuk pondasi mesin, mengurangi amplitude getaran dan frekuensi alamiah dari sistem
6.      untuk memberikan tambahan faktor keamanan, khususnya pada kaki jembatan yang dapat mengalami erosi
7.      Untuk menahan longsoran
8.      Sebagai barisan tiang (soldier piles)
Suatu faktor keamanan biasanya digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan variasi daya dukung tiang akibat kondisi tanah mapun meode konstruksi atau untuk menghindari penurunan secara berlebihan yang dapat membahayakan struktru diatasnya.
Pondasi tiang memperoleh daya dukungnya dari gesekan antara selimut tiang dengan tanah dan dari tahanan ujungnya. Kedua komponen tersebut dapat bekerja bersama mapun terpisah, namun demikian pada suatu pondasi tiang salahsatu dari komponen tersebut dapat lebih dominan. Tiang yang memiliki tahanan ujung lebih dominan daripada tahanan selimutnya disebut tiang tahanan ujung (tip bearing pile) sebaliknya bila tahanan selimutnya lebih tinggi maka disebut tiang gesekan (friction pile)
B.       Klasifikasi Pondasi tiang
Berdasarkan metode instalasinya, pondasi tiang dapat diklasifikasikan menjadi :
1.      Tiang pancang
Pondasi tiang pancang merupakan pondasi tiang yang dibuat terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam tanah hingga mencapai kedalaman tertentu. Metode yang paling umum untuk memasukkan tiang kedalam tanah adalah dengan memukul kepala tiang berulang kali dengan sebuah palu khusus yang disebut sebagai pemancangan tiang. Namun demikian istilah pemancangan tiang hanya terbatas pada pemukulan kepala tiang dengan palu saja, tetapi juga meliputi metode peggetaran tiang dan penekanan tiang secara hidrolis. Pondasi tiang yang dipancang umumnya menyebabkan desakan dalam tanah sehingga mencapai tegangan kontak antara selimut tiang dengan tanah yang relatif lebih besar dibandingkan dengan tiang bor.
2.      Tiang Bor
Sebuah tiang bor dikonstruksikan dengan cara membuat sebuah lubang bor dengan diameter tertentu hingga kedalaman yang diinginkan. Umumnya tulangan yang telah dirangkai kemudian dimasukkan ke dalam lubang tersebut dan diikuti dengan pengisian material beton ke dalam lubang bor tersebut.
Kedua jenis tiang di atas dibedakan karena mekanisme pemikulan beban yang relatif berbeda, sehingga secara empirik menghasilkan daya dukung yang berbeda, pengendalian mutu yang berbeda, dan cara evaluasi yang berbeda pula untuk masing-masing jenis tiang tersebut.
C.       Persyaratan Pondasi Tiang
Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu pondasi tiang adalah sebagai berikut :
1.      Beban yang diterima oleh pondasi tidak boleh mengakibatkan tegangan yang melebihi daya dukung tanah mapun kekuatan bahan tiang untuk menjamin keamanan pondasi tiang tersebut
2.      Deformsi yang terjadi pada pondasi tiang baik deformasi aksial maupun lateral, tidak boleh melebihi deformasi maksimum yang disyaratkan sehingga tidak  mengakibatkan kerusakan struktur
3.      Pengendalian atau pencegahan efek dari metode konstruksi pondasi seperti misalnya getaran saat pemancangan, galian atau pekerjaan pondasi yang lain untuk membatasi pergerakan bangunan atau struktur lain disekitarnya.


A.    Pondasi tiang
Secara umum, pondasi tiang adalah elemen struktur yang berfungsi meneruskan beban kepada tanah, baik beban arah vertikal maupun horizontal. Namun demikian fungsi pondasi tiang lebih dari itu, dan penerapannya untuk masalah-masalah lain cukup banyak diantaranya :
1.      Untuk memikul beban struktur atas
2.      Untuk menahan gaya angkat (up-lift) pada pondasi atau dok dibawah muka air
3.      Untuk memadatkan tanah pasiran dengan cara penggetaran dimana tiang kemudian dapat ditarik kembali
4.      Untuk mengurangi penurunan (sistem tiang rait dan cerucuk)
5.      Untuk pondasi mesin, mengurangi amplitude getaran dan frekuensi alamiah dari sistem
6.      untuk memberikan tambahan faktor keamanan, khususnya pada kaki jembatan yang dapat mengalami erosi
7.      Untuk menahan longsoran
8.      Sebagai barisan tiang (soldier piles)
Suatu faktor keamanan biasanya digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan variasi daya dukung tiang akibat kondisi tanah mapun meode konstruksi atau untuk menghindari penurunan secara berlebihan yang dapat membahayakan struktru diatasnya.
Pondasi tiang memperoleh daya dukungnya dari gesekan antara selimut tiang dengan tanah dan dari tahanan ujungnya. Kedua komponen tersebut dapat bekerja bersama mapun terpisah, namun demikian pada suatu pondasi tiang salahsatu dari komponen tersebut dapat lebih dominan. Tiang yang memiliki tahanan ujung lebih dominan daripada tahanan selimutnya disebut tiang tahanan ujung (tip bearing pile) sebaliknya bila tahanan selimutnya lebih tinggi maka disebut tiang gesekan (friction pile)
B.       Klasifikasi Pondasi tiang
Berdasarkan metode instalasinya, pondasi tiang dapat diklasifikasikan menjadi :
1.      Tiang pancang
Pondasi tiang pancang merupakan pondasi tiang yang dibuat terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam tanah hingga mencapai kedalaman tertentu. Metode yang paling umum untuk memasukkan tiang kedalam tanah adalah dengan memukul kepala tiang berulang kali dengan sebuah palu khusus yang disebut sebagai pemancangan tiang. Namun demikian istilah pemancangan tiang hanya terbatas pada pemukulan kepala tiang dengan palu saja, tetapi juga meliputi metode peggetaran tiang dan penekanan tiang secara hidrolis. Pondasi tiang yang dipancang umumnya menyebabkan desakan dalam tanah sehingga mencapai tegangan kontak antara selimut tiang dengan tanah yang relatif lebih besar dibandingkan dengan tiang bor.
2.      Tiang Bor
Sebuah tiang bor dikonstruksikan dengan cara membuat sebuah lubang bor dengan diameter tertentu hingga kedalaman yang diinginkan. Umumnya tulangan yang telah dirangkai kemudian dimasukkan ke dalam lubang tersebut dan diikuti dengan pengisian material beton ke dalam lubang bor tersebut.
Kedua jenis tiang di atas dibedakan karena mekanisme pemikulan beban yang relatif berbeda, sehingga secara empirik menghasilkan daya dukung yang berbeda, pengendalian mutu yang berbeda, dan cara evaluasi yang berbeda pula untuk masing-masing jenis tiang tersebut.
C.       Persyaratan Pondasi Tiang
Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu pondasi tiang adalah sebagai berikut :
1.      Beban yang diterima oleh pondasi tidak boleh mengakibatkan tegangan yang melebihi daya dukung tanah mapun kekuatan bahan tiang untuk menjamin keamanan pondasi tiang tersebut
2.      Deformsi yang terjadi pada pondasi tiang baik deformasi aksial maupun lateral, tidak boleh melebihi deformasi maksimum yang disyaratkan sehingga tidak  mengakibatkan kerusakan struktur
3.      Pengendalian atau pencegahan efek dari metode konstruksi pondasi seperti misalnya getaran saat pemancangan, galian atau pekerjaan pondasi yang lain untuk membatasi pergerakan bangunan atau struktur lain disekitarnya.


Sabtu, 09 Januari 2016

CPTu adalah uji sondir elektronik yang disertai  pengukuran tekanan air pori atau disebut Piezocone Penetrometer Test. Pembacaan konus CPTu dapat membedakan berapa persentase beban yang dipikul oleh tanah dan air. Piezocone terdiri dari ujung konus, elemen pori, selimut sondir, penahan air (water seals), penahan tanah (soil seals), batang sondir dan alat pembaca.
Bentuk standar piezocone mengikuti standar sondir mekanis dengan luas area konus 10 cm2, radius konus 3.57 cm, sudut konus 60 derajat dan luas selimut 150 cm2. Kecepatan penetrasi standar adalah 2 cm/detik.
Untuk menentukan jenis tanah pada saat pengujian CPTu, digunakan chart yang diusulkan oleh Robertson et al, (1986) yang menghubungkan antara Corected cone resistence (qt) terhadap FR serta qt terhadap Bq seperti yang terlihat pada Gambar 1.
Gambar 1

Nilai Bq adalah perbandingan antara tekanan air pori netto terhadap tekanan ujung konus netto, berikut persamaannya :
Untuk lebih jelasnya anda bisa download karangan Tom Lunne, Peter K. Robertson dan John J.M. Powwel dengan judul Cone Penetration Testing in Geotechnical Practice, monggo download

CPTu adalah uji sondir elektronik yang disertai  pengukuran tekanan air pori atau disebut Piezocone Penetrometer Test. Pembacaan konus CPTu dapat membedakan berapa persentase beban yang dipikul oleh tanah dan air. Piezocone terdiri dari ujung konus, elemen pori, selimut sondir, penahan air (water seals), penahan tanah (soil seals), batang sondir dan alat pembaca.
Bentuk standar piezocone mengikuti standar sondir mekanis dengan luas area konus 10 cm2, radius konus 3.57 cm, sudut konus 60 derajat dan luas selimut 150 cm2. Kecepatan penetrasi standar adalah 2 cm/detik.
Untuk menentukan jenis tanah pada saat pengujian CPTu, digunakan chart yang diusulkan oleh Robertson et al, (1986) yang menghubungkan antara Corected cone resistence (qt) terhadap FR serta qt terhadap Bq seperti yang terlihat pada Gambar 1.
Gambar 1

Nilai Bq adalah perbandingan antara tekanan air pori netto terhadap tekanan ujung konus netto, berikut persamaannya :
Untuk lebih jelasnya anda bisa download karangan Tom Lunne, Peter K. Robertson dan John J.M. Powwel dengan judul Cone Penetration Testing in Geotechnical Practice, monggo download

Jumat, 08 Januari 2016

“Eh lihat deh Din yang lagi main basket itu! Cowok yang anak kelas XI. Namanya mas Baim. Nama aslinya Ibrahim. Dia kakak kelas yang jadi idola cewek satu sekolahan lho!” ujar Dini berapi-api pada sohibnya Dina.

Dari obrolannya aja udah ketauan. Ceritanya, Dini naksir kakak kelasnya. Ganteng, berwibawa, idola, hidup lagi. Label ‘kakak kelas’ di kalangan siswi emang punya nilai tersendiri. Cowok yang sebenarnya hanya terpaut satu tahun atau dua tahun berasa dewasa banget di mata adik kelas.
Kisah cinta pelajar SMP-SMA memang identik dengan jalinan kasih senior-junior. Ketemu tiap hari dan beraktifitas di tempat yang sama, bikin yang biasa terasa luar biasa. Padahal bisa jadi, masih banyak yang lebih keren, tapi berhubung dia idola anak satu sekolahan, akhirnya keliatan wah di mata si adik kelas. Ini kakak kelas lho, kakak yang mengayomi dan ada pelindung di sekolahan.
Huffft, masalah hati banyak banget godaannya. Masalah cinta, bikin kisah unik dan lucu. Misalnya, sengaja lewat berkali-kali demi lihat kakak kelas lagi nongkrong. Atau bela-belain masuk ekskul yang sama supaya ketemu kakak kelas yang diincer. Atau ngedoain kakak kelasnya nggak naik jadi bisa satu kelas. Sadiz!

Ta’aruf Itu Bukan PDKT

Kalau sekadar kisah lucu dalam urusan ekspresi cinta sih mendingan. Kadang-kadang jatuh pada kisah yang malu-maluin sampai menyeramkan. Contohnya, kakak kelasnya anak Rohis terus malah nge-sms yang isinya, “Kak kita kenalan yuk. Kan menjalin silaturahmi. Tak kenal maka ta’aruf”. Huuu ta’aruf gundulmu, modus tuh!
Ta’aruf itu ada yang tepat, ada yang nggak tepat. Ta’aruf artinya berkenalan lebih jauh, yang tujuannya untuk mencari sang belahan jiwa, bukan sekadar iseng belaka. Apalagi PDKT yang berujung pada pacaran. Jelas nggak sama dong. Ta’aruf juga bukan ajang bebas berdua-duaan. Lagi-lagi itu cuma modus.
Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena yang ketiga diantara keduanya adalah setan”(HR. Abu Dawud, Ahmad).
Ta’aruf itu mengenal siapa aku, siapa kamu. Ini keluargaku, ini keluargamu, yang jika cocok dan sepaham berlabuh dalam mahligai pernikahan. Begitulah indahnya Islam, hubungan cewek-cowok bukan ikatan tanpa tanggung jawab. Hubungan keduanya mendewasakan lahir-batin, melaraskan jenis dan keturunan. Supaya tahu tatanan Islam yang indah ini, ngaji yuk. (Alga Biru).
“Jangan sampai hati yang jumlahnya hanya satu ini, tercuri perhatian pada seseorang yang bukan dan belum halal bagi kita. Hati ini seperti nyawa kita, dia hanya pinjaman dari Allah dan Allah ridho jika hati ini tertumpah pada yang halal.”


Tips and Trik With Senior

Adakalanya bukan kamu yang naksir kakak kelas. Malah sebaliknya, kakak kelas yang ngejar-ngejar kamu. Makanya kalo punya utang segera dibayar.. ups! Padahal kamu tahu, rasa ini belum saatnya berlabuh. Berikut tips biar nggak gede rasa dilihatin kakak kelas. Simak ya!
  1. Tundukkan pandangan.
Dari mata turun ke hati, dari hati menebar janji. So, daripada kena janji-janji palsu dari senior, lebih baik tutup pintu hawa nafsu melalui pandangan yang tunduk. Jika dipandangi alihkan saja. Matamu adalah hakmu, jagalah itu ya.
  1. Nggak usah ngerasa wah
Ditaksir kakak kelas nggak usah ngerasa hebat. Kali aja seniornya lagi iseng dan nyari mangsa gadis yang bisa dikecengin. Yang begini kalau udah bosan bakal say goodbye. Nyesek!
  1. Kakak kelas sejenis aja
Kutub positif dan negatif akan tarik-menarik, so cara aman untuk menghindari dari inceran kakak kelas yang cowok adalah berteman dengan kakak kelas yang cewek. Dijamin aman, bahkan bisa menambah wawasan dengan sang kakak.
  1. Ngaji itu benteng diri
Hal paling keras untuk menjaga hati dan pikiran ialah mendekatkan diri kepada Allah. Cara praktisnya ya dengan ngaji. Sekalipun dibully sama senior, dibilang sok suci dan sejenisnya, yakinlah semua bakal berlalu dan kamu bakal jadi yang terbaik. Anjing menggonggong kafilah pasti berlalu. Ngaji yuk! (Alga Biru)
Sumber : Majalah Drise





“Eh lihat deh Din yang lagi main basket itu! Cowok yang anak kelas XI. Namanya mas Baim. Nama aslinya Ibrahim. Dia kakak kelas yang jadi idola cewek satu sekolahan lho!” ujar Dini berapi-api pada sohibnya Dina.

Dari obrolannya aja udah ketauan. Ceritanya, Dini naksir kakak kelasnya. Ganteng, berwibawa, idola, hidup lagi. Label ‘kakak kelas’ di kalangan siswi emang punya nilai tersendiri. Cowok yang sebenarnya hanya terpaut satu tahun atau dua tahun berasa dewasa banget di mata adik kelas.
Kisah cinta pelajar SMP-SMA memang identik dengan jalinan kasih senior-junior. Ketemu tiap hari dan beraktifitas di tempat yang sama, bikin yang biasa terasa luar biasa. Padahal bisa jadi, masih banyak yang lebih keren, tapi berhubung dia idola anak satu sekolahan, akhirnya keliatan wah di mata si adik kelas. Ini kakak kelas lho, kakak yang mengayomi dan ada pelindung di sekolahan.
Huffft, masalah hati banyak banget godaannya. Masalah cinta, bikin kisah unik dan lucu. Misalnya, sengaja lewat berkali-kali demi lihat kakak kelas lagi nongkrong. Atau bela-belain masuk ekskul yang sama supaya ketemu kakak kelas yang diincer. Atau ngedoain kakak kelasnya nggak naik jadi bisa satu kelas. Sadiz!

Ta’aruf Itu Bukan PDKT

Kalau sekadar kisah lucu dalam urusan ekspresi cinta sih mendingan. Kadang-kadang jatuh pada kisah yang malu-maluin sampai menyeramkan. Contohnya, kakak kelasnya anak Rohis terus malah nge-sms yang isinya, “Kak kita kenalan yuk. Kan menjalin silaturahmi. Tak kenal maka ta’aruf”. Huuu ta’aruf gundulmu, modus tuh!
Ta’aruf itu ada yang tepat, ada yang nggak tepat. Ta’aruf artinya berkenalan lebih jauh, yang tujuannya untuk mencari sang belahan jiwa, bukan sekadar iseng belaka. Apalagi PDKT yang berujung pada pacaran. Jelas nggak sama dong. Ta’aruf juga bukan ajang bebas berdua-duaan. Lagi-lagi itu cuma modus.
Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena yang ketiga diantara keduanya adalah setan”(HR. Abu Dawud, Ahmad).
Ta’aruf itu mengenal siapa aku, siapa kamu. Ini keluargaku, ini keluargamu, yang jika cocok dan sepaham berlabuh dalam mahligai pernikahan. Begitulah indahnya Islam, hubungan cewek-cowok bukan ikatan tanpa tanggung jawab. Hubungan keduanya mendewasakan lahir-batin, melaraskan jenis dan keturunan. Supaya tahu tatanan Islam yang indah ini, ngaji yuk. (Alga Biru).
“Jangan sampai hati yang jumlahnya hanya satu ini, tercuri perhatian pada seseorang yang bukan dan belum halal bagi kita. Hati ini seperti nyawa kita, dia hanya pinjaman dari Allah dan Allah ridho jika hati ini tertumpah pada yang halal.”


Tips and Trik With Senior

Adakalanya bukan kamu yang naksir kakak kelas. Malah sebaliknya, kakak kelas yang ngejar-ngejar kamu. Makanya kalo punya utang segera dibayar.. ups! Padahal kamu tahu, rasa ini belum saatnya berlabuh. Berikut tips biar nggak gede rasa dilihatin kakak kelas. Simak ya!
  1. Tundukkan pandangan.
Dari mata turun ke hati, dari hati menebar janji. So, daripada kena janji-janji palsu dari senior, lebih baik tutup pintu hawa nafsu melalui pandangan yang tunduk. Jika dipandangi alihkan saja. Matamu adalah hakmu, jagalah itu ya.
  1. Nggak usah ngerasa wah
Ditaksir kakak kelas nggak usah ngerasa hebat. Kali aja seniornya lagi iseng dan nyari mangsa gadis yang bisa dikecengin. Yang begini kalau udah bosan bakal say goodbye. Nyesek!
  1. Kakak kelas sejenis aja
Kutub positif dan negatif akan tarik-menarik, so cara aman untuk menghindari dari inceran kakak kelas yang cowok adalah berteman dengan kakak kelas yang cewek. Dijamin aman, bahkan bisa menambah wawasan dengan sang kakak.
  1. Ngaji itu benteng diri
Hal paling keras untuk menjaga hati dan pikiran ialah mendekatkan diri kepada Allah. Cara praktisnya ya dengan ngaji. Sekalipun dibully sama senior, dibilang sok suci dan sejenisnya, yakinlah semua bakal berlalu dan kamu bakal jadi yang terbaik. Anjing menggonggong kafilah pasti berlalu. Ngaji yuk! (Alga Biru)
Sumber : Majalah Drise





Menurut Katzenbach, Arslan, dan Moormann (2000) mendefinisikan bahwa pondasi tiang rakit atau yang disebut pile-raft adalah suatu sistem pondasi yang bekerja sebagai konstruksi komposit yang terdiri dari tiga element pendukung, yaitu tiang, rakit dan tanah. Rakit (pile cap) mendistribusikan beban dari total struktur (Stot) sebagai tegangan kontak, yang dinyatakan Rrakit dan sebagian kepeda n tiang yang dinyatakan  ΣRtiang.



Gambar 2.10 merupakan contoh pondasi tiang rakit menurut Katzenbach, 2004.
Menurut Randolph, 1994. filosofi perencanaan tiang-rakit dibagi atas tiga kategori, yaitu:
1.      Pendekatan konvensional, dimana tiang-tiang direncanakan sebagai suatu kelompok untuk memikul beban. pile cap/rakit diberi sedikit konstribusi dalam memikul beban terutama pada kondisi ultimit.
2.      Creep Piling”. pada beban kerja, tiang-tiang direncanakan mulai mengalami “creep”, umumnya 70-80% dari daya dukung ultimate. Sejumlah tiang berguna untuk mereduksi penurunan.
3.      Kontrol pada penurunan (diferential settlement). Tiang-tiang ditempatkan dilokasi tertentu  untuk mereduksi beda penurunan.
Pada kondisi tertentu, daya dukung ultimate tiang termobilisasi secara seluruhnya, karena konsep awal dari tiang adalah sebagai reduksi penurunan, walaupun tiang berkonstribusi terhadap daya dukung sistem pondasi tiang secara keseluruhan.
Sedangkan menurut Viggiani (2001) mengusulkan untuk perencanaan pondasi tiang rakit dibagi dalam 2 kategori, yaitu :
1.      Kelompok tiang “kecil”, dimana rasio lebar kelompok tiang, B terhadap panjang tiang, L lebih kecil dari 1. Pada kategori ini, tiang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan daya dukung dan pile cap/rakit untuk mengeliminasi diferential settlement. Walupun pile cap didukung langsung oleh tanah dasar, namun tidak memberikan daya dukung yang signifikan terhadap daya dukung keseluruhan pondasi.
2.      Kelompok tiang “besar”, dimana ratio B/L > 1. pada kategori ini, pile cap sendiri sudah cukup untuk memikul beban yang bekerja. Pondasi yang ada berguna untuk mereduksi penurunan dan diferential settlement sehingga mencapai nilai yang disyaratkan.
Untuk lebih jelasnya pembahsan ini saya lampirkan sumber utama, yaitu buku karangan Poulos dan Davis dengan judul Pile foundation analysis and design monggo silahkan download

Menurut Katzenbach, Arslan, dan Moormann (2000) mendefinisikan bahwa pondasi tiang rakit atau yang disebut pile-raft adalah suatu sistem pondasi yang bekerja sebagai konstruksi komposit yang terdiri dari tiga element pendukung, yaitu tiang, rakit dan tanah. Rakit (pile cap) mendistribusikan beban dari total struktur (Stot) sebagai tegangan kontak, yang dinyatakan Rrakit dan sebagian kepeda n tiang yang dinyatakan  ΣRtiang.



Gambar 2.10 merupakan contoh pondasi tiang rakit menurut Katzenbach, 2004.
Menurut Randolph, 1994. filosofi perencanaan tiang-rakit dibagi atas tiga kategori, yaitu:
1.      Pendekatan konvensional, dimana tiang-tiang direncanakan sebagai suatu kelompok untuk memikul beban. pile cap/rakit diberi sedikit konstribusi dalam memikul beban terutama pada kondisi ultimit.
2.      Creep Piling”. pada beban kerja, tiang-tiang direncanakan mulai mengalami “creep”, umumnya 70-80% dari daya dukung ultimate. Sejumlah tiang berguna untuk mereduksi penurunan.
3.      Kontrol pada penurunan (diferential settlement). Tiang-tiang ditempatkan dilokasi tertentu  untuk mereduksi beda penurunan.
Pada kondisi tertentu, daya dukung ultimate tiang termobilisasi secara seluruhnya, karena konsep awal dari tiang adalah sebagai reduksi penurunan, walaupun tiang berkonstribusi terhadap daya dukung sistem pondasi tiang secara keseluruhan.
Sedangkan menurut Viggiani (2001) mengusulkan untuk perencanaan pondasi tiang rakit dibagi dalam 2 kategori, yaitu :
1.      Kelompok tiang “kecil”, dimana rasio lebar kelompok tiang, B terhadap panjang tiang, L lebih kecil dari 1. Pada kategori ini, tiang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan daya dukung dan pile cap/rakit untuk mengeliminasi diferential settlement. Walupun pile cap didukung langsung oleh tanah dasar, namun tidak memberikan daya dukung yang signifikan terhadap daya dukung keseluruhan pondasi.
2.      Kelompok tiang “besar”, dimana ratio B/L > 1. pada kategori ini, pile cap sendiri sudah cukup untuk memikul beban yang bekerja. Pondasi yang ada berguna untuk mereduksi penurunan dan diferential settlement sehingga mencapai nilai yang disyaratkan.
Untuk lebih jelasnya pembahsan ini saya lampirkan sumber utama, yaitu buku karangan Poulos dan Davis dengan judul Pile foundation analysis and design monggo silahkan download

Geoteknik atau Geotechnic adalah suatu cabang ilmu dari teknik sipil yang menerapkan geologi dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun OP pada pekerjaan konstruksi. Sedangkan Geologi sendiri berasal dari bahasa Yunani: [ge-, "bumi"] dan [logos, "kata", "alasan"]) sehingga geologi adalah Ilmu (sains) yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya.
Geologiwan telah membantu dalam menentukan umur bumi yang diperkirakan sekitar 4.5 miliar (4.5x109) tahun, dan menentukan bahwa kulit bumi terpecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak di atas mantel yang setengah cair (astenosfir) melalui proses yang sering disebut tektonik lempeng. Geologiwan membantu menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, dan uranium serta mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium.
Secara umum bidang keilmuan yang dipelajari dalam geoteknik adalah ilmu mekanika tanah, Pondasi, Struktur tanah dll
Berikut ini buku panduan mengenai pembahsan geoteknik, monggo silahkan download 

Geoteknik atau Geotechnic adalah suatu cabang ilmu dari teknik sipil yang menerapkan geologi dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun OP pada pekerjaan konstruksi. Sedangkan Geologi sendiri berasal dari bahasa Yunani: [ge-, "bumi"] dan [logos, "kata", "alasan"]) sehingga geologi adalah Ilmu (sains) yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya.
Geologiwan telah membantu dalam menentukan umur bumi yang diperkirakan sekitar 4.5 miliar (4.5x109) tahun, dan menentukan bahwa kulit bumi terpecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak di atas mantel yang setengah cair (astenosfir) melalui proses yang sering disebut tektonik lempeng. Geologiwan membantu menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, dan uranium serta mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium.
Secara umum bidang keilmuan yang dipelajari dalam geoteknik adalah ilmu mekanika tanah, Pondasi, Struktur tanah dll
Berikut ini buku panduan mengenai pembahsan geoteknik, monggo silahkan download 

Selasa, 05 Januari 2016

Kayaknya kamu sering dengerin deh lagunya Ratu yang berjudul Teman Tapi Mesra. Seperti ini sebagian liriknya: “Cukuplah saja berteman denganku/ janganlah kau meminta lebih/ ku tak mungkin mencintaimu/ kita berteman saja/ teman tapi mesra…”

Ehm, punya teman tuh emang asyik. Selain ada orang yang bisa diajak ngobrol dan saling membantu di kala saling membutuhkan, teman juga bisa menjadi tempat muara emosi kita. Ngobrol biasa mungkin sering. Tapi ngobrol yang lebih dalam, rasanya agak jarang dilakukan dengan seseorang yang sekadar teman biasa. Kita agak canggung. Itu sebabnya, kehadiran seorang sahabat karib yang bisa menjadi tempat muara emosi kita, sangat diharapkan.

Teman sejenis pun, cowok dengan cowok maupun cewek dengan cewek, sebenarnya bisa juga sangat akrab. Itu kalo di antara kita udah terjalin sikap saling percaya, saling memahami, dan saling menghargai. Mungkin bisa saja yang seperti ini dibilang mesra. Karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata mesra adalah lekat dan sangat erat.

Sobat muda muslim, cuma masalahnya, gimana kalo teman tapi mesra itu adalah antar lawan jenis. Wow, ini dia yang kudu jadi perhatian dan bikin kita jaga-jaga biar nggak kebablasan. Gimana pun juga, hubungan pria dan wanita pasti nimbulin perasaan-perasaan yang ‘lain’. Perasaan suka, sayang, cinta, termasuk cemburu kalo sang teman tapi mesra itu deket ama yang lain. Karena apa? Karena masing-masing merasa ingin memiliki lebih dari sekadar teman. Tul nggak? Seperti syair di awal lagu dari duo Ratu ini: “Aku punya teman/ teman sepermainan/ kemana pun dia pergi selalu ada aku/ dia manis dan juga baik hati/ tapi aku bingung ketika dia bilang cinta…”

Inilah unik dan menariknya hubungan antar manusia. Dan harus diakui bahwa manusia tuh makhluk sosial, sehingga ia merasa kesepian kalo nggak ada teman. Padahal manusia bukan hanya terdiri dari sejenis. Itu sebabnya, dalam beberapa kondisi, komunikasi dengan lawan jenis untuk berbagai keperluan dalam melakukan kegiatan sehari-hari nyaris nggak bisa dihindari. Mungkin kita biasa bergaul dalam komunitas sejenis, tapi dalam beberapa kondisi kadang kita harus merambah ke luar komunitas kita, maka kita akan berhubungan dengan banyak pihak, termasuk dalam hal ini dengan lawan jenis.

Sebagai teman akrab atau sebagai sahabat, berteman dengan lawan jenis besar kemungkinan akan menjadi ajang curhat dan saling berbagi cerita mesra. Apalagi teman tapi mesra ini sangat mungkin hubungannya akan ditingkatkan menjadi ‘kekasih’. Bila itu yang terjadi, maka ketika kita curhat dengannya, kita jadi nggak ngerasa sedang ngobrol dengan teman biasa. Tapi dengan seorang kekasih hati, meski baru anggapan sepihak saja dari kita.
Dengan kenyataan seperti ini, cerita dan curhat kita akan semakin terasa bermakna. Pandangan dan pendapatnya yang disampaikan kepada kita sering membuat kita bertenaga. Hidup rasanya dapat tambahan darah segar. Nafas baru dan semangat menggelora. Rasa-rasanya dunia adalah milik kita, yang sedang dimabuk cinta dan dibakar api asmara (meski baru kita sendiri yang merasakannya alias geer—entah dirinya. Mungkin malah sebel). Kita jadi ngedadak ‘lupa diri’, dan kita menjadikan orang yang kita cintai sebagai dewi or pangeran pujaan hati. Kita bersedia berkorban dan menjadi bagian dari hidupnya. Sehari saja tak jumpa dan komunikasi, rasanya hati kita jadi dingin dan beku. Tapi, ketika rindu itu terpuaskan, dinding es yang kokoh menyelimuti hati kita pun perlahan mencair (suit..suit.. swiiw!)

Dari temen jadi demen
Pernah nonton sinetron “Dari Temen Jadi Demen” di sebuah stasiun televisi swasta? Yup, sinetron ini bercerita tentang kisah-kasih sepasang anak manusia. Benar kata pepatah jawa: “Witing tresno jalaran soko kulino”, bahasa nasionalnya: “Munculnya cinta, karena seringnya bertemu”. Hati-hati buat kamu yang sering ketemu dengan lawan jenisnya. Kalo berteman kan sering bertemu lho. Dan, bisa-bisa ‘pepatah’ ini ada benarnya. Singkat kata, kamu jadi demen sama temen kamu. Huhuy!

Sobat muda muslim, gambaran di sinetron yang dibintangi oleh Jonathan Frizzi dan Wulan Guritno ini bisa jadi muncul dalam kisah nyata. Ya, kisah-kasih di antara kita. Bahkan sangat boleh jadi lho kalo cerita itu justru terinspirasi dari kejadian nyata. Tul nggak?

Saya pernah punya kawan yang mengalami kejadian begini. Doi bilang bahwa berteman itu memang mengasyikan, apalagi dengan lawan jenis. Untuk ukuran sesama jenis aja, berteman efektif untuk menumbuhkan kebersamaan, memupuk kasih sayang, bahkan kita saling mencintai. Tengok aja orang yang udah lengket sohiban. Kamu pastinya ngiri deh ngelihat di sekolahmu ada dua orang teman yang lengket bak perangko. Kemana-mana nyaris bareng. Mirip kisah Ujang dan Aceng yang pernah muncul di televisi dulu. Sohiban Ujang dan Aceng ini kebawa sampe mereka dewasa. Bener lho. Asyik banget kan punya teman yang seide dan seperasaan. Itu sebabnya, banyak orang yang kepengen banget punya teman sehidup-semati. Bahkan, teman ibarat cermin buat kita.

Eh, tapi berteman pun bisa berpotensi bikin kita berabe. Kok bisa sih? Iya, kalo berteman sejenis dengan akrab, ati-ati aja jangan sampe kecemplung jadi homoseks. Terus kalo kita berteman dengan lawan jenis, juga kudu taat syariat Islam. Waspada ya.

Nah, khusus ketika berteman dengan lawan jenis, karena selain menumbuhkan rasa kebersamaan, juga efektif memunculkan rasa simpati, selanjutnya empati, berikutnya mulai tumbuh benih-benih cinta di hati. Akhirnya, jatuh hati. Huhuy! Itu namanya bukan lagi temenan, tapi malah demenan. Malah pas lagi sakit pun kita bisa lupa diri kalo ada kekasih di samping kita. Jadinya, kata Wong Cerbon (orang Cirebon) DBD deh, Demam Bari Demenan (baca: demam sambil pacaran)

Sobat muda muslim, seperti kata pepatah lama, “Banyak jalan menuju Roma”, maka sekarang kita ‘plesetkan’ jadi “banyak jalan menuju cinta”. Berteman, salah satu jalannya. Yup, karena cinta itu ibarat jelangkung; datang nggak dijemput, pulang nggak dianter. Diusir pun susyeh! (backsound: ehm.. bener nih?)

Jaga jarak aman
Berteman, bisa juga lho jadi jembatan menuju cinta. Jangan heran, sebab frekuensi bertemu dan berhubungan jadi sering banget. Sekadar basa-basi ngobrolin pelajaran sekolah, sampe janjian untuk nomat alias nonton hemat di bioskop. Kalo udah gitu, jadi bias deh definisi teman kalo dengan lawan jenis. Berteman apa pacaran? Berteman apa demenan? Nah lho.
Sobat muda muslim, memang nggak kerasa sih kalo kita udah merasa deket banget dengan teman lawan jenis kita. Tahu-tahu… eh, lengket bak perangko. Pokoknya, kalo kita udah biasa main bareng, makan bareng, dan ke sekolah pun bareng dengan teman lawan jenis, itu artinya alarm tanda bahaya udah berbunyi. Beware! Kamu bisa berabe.

Why? Yup, karena sangat boleh jadi kondisi ini bikin kamu ketagihan untuk terus berduaan dan konek terus dengan si doi. Nggak heran kan kalo kamu akhirnya bisa tidur bareng dengan lawan jenis kamu. Upss.. Amit-amit, jangan sampe deh!

Mungkin, di antara kamu juga ada yang interupsi van protes kalo temenen nggak identik dengan pacaran, dan tentunya nggak gitu-gitu amat sampe kudu tidur bareng.

Oke, kalo kamu punya argumentasi begitu. Tapi, apa ada yang ngejamin kalo udah berduaan bakalan aman dari perbuatan ini dan itu yang lebih ‘syerem’? Apa kamu dan temanmu berani jamin bisa tahan godaan kalo udah berduaan begitu? Jangan-jangan, susyeh tuh ngebedain mana sayang, suka, simpati, empati dengan nafsu liar. Lagian, banyak juga kok faktanya yang ‘begituan’ justru karena udah saling mengenal. Hati-hati menggunakannya, eh, melakukannya. Gejlig!

Yup, seperti pernyataan dalam Hukum Coloumb yang membahas gaya elektrostatis (tarik menarik), hubungan cowok-cewek berpotensi untuk saling tertarik satu sama lain yang dibumbui perasaan cinta. Soalnya cowok ama cewek berbeda ‘muatan’, pasti saling tertarik. Karena bunyi Hukum Coloumb sendiri bahwa gaya tarik menarik antara dua buah benda (F) yang berlainan muatan (q1 dan q2) sebanding dengan konstanta (k) dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak keduanya (r). Semakin besar muatan kedua benda serta semakin pendek jaraknya, semakin besar pula gaya tarik menarik yang ditimbulkannya. Nah lho, kudu ekstra ati-ati deh.

Ketertarikan pria terhadap wanita atau sebaliknya dipengaruhi oleh “muatannya” (q), yaitu akumulasi dari faktor pendorong (q1) dan penarik (q2). Faktor pendorong berasal dari diri sendiri seperti rasa kagum, rasa suka, kesengsem, keblinger, kesepian, atau mungkin nafsu yang mengebu-gebu. Sedangkan faktor penarik berasal dari lawan jenis seperti rupa, harta, sikap, keturunan, kecerdasan dan sebagainya. Jika kedua faktor tesebut nilainya sama-sama besar, maka sudah pasti saling ketertarikan antara pria dan wanita akan bertambah besar pula.

Dalam kondisi sadar dan berada di bawah naungan rambu-rambu agama, hubungan-hubungan ini dapat melahirkan pertautan dua hati yang mengarah ke pernikahan. Ini tentu akan lebih utama lagi bila faktor pendorong semata-mata karena lillahi ta’ala dan faktor penarik berupa akhlak yang mulia atau ketaatan beribadah. Namun celakanya, dan tampaknya ini yang semakin merajalela, bahwa di luar kendali fenomena tarik-menarik antara pria dan wanita ini bisa pula mendorong timbulnya perzinahan seperti terjadinya penyelewengan, perselingkuhan, perkosaan, pelacuran, pelecehan seksual, dan bahkan seks bebas. (O. Solihin, Asmara Aktivis Dakwah, hlm. 29-32, mengutip penjelasan di www.isnet.org)

Jadi teman biasa aja
Berteman itu mubah alias boleh-boleh saja. Toh memang itu adalah bagian dari dinamika kehidupan kita sehari-hari. Kita akan bertemu dan berhubngan dengan lawan jenis. Di sekitar rumah, di sekolah, di tempat pengajian, di tempat kuliah, juga di tempat kerja. Semua akan kita temui. Hanya saja, kita kudu membedakan jenis dari masing-masing hubungan tersebut.

Kalo kamu gabung dengan organisasi remaja masjid, itu artinya kamu berteman dengan semua kalangan; laki-perempuan di organisasi itu. Tentunya, itu adalah teman kamu dalam pengajian. Di tempat kuliah or sekolah dan di kantor juga silakan berteman dengan lawan jenis. Asal… jaga jarak aman, dan tentunya nggak ‘spesial’. Cukup teman biasa. Kita berhubungan dan bergaul sebatas keperluan di masing-masing kondisi tersebut.

Sangat ditekankan untuk tidak saling curhat masalah pribadi. Berbahaya euy! Memang, cinta akan tumbuh saat masing-masing dari pelakunya membuka diri (apalagi kalo sampe membuka aurat—itu sih cinta berbalut nafsu liar). Jangan ada hubungan spesial kalo kamu nggak berniat untuk menikah. Meski tujuannya untuk menikah sekalipun, tetep aja ada aturan mainnya. Nggak liar. Apalagi sekadar berteman.

Nah, karena Allah Ta’ala tahu betul dengan karakter manusia (jelas dong, karena Allah adalah al-Khalik), maka ada aturan mainnya tuh hubungan di antara kedua makhluk ini. Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita melalui firmanNya (yang artinya): “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, (QS an-Nûr [24]: 31)
Dalam ayat lain Allah Swt. Berfirman (yang artinya): “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS an-Nûr [24]: 30)

Dengan begitu, kita kudu mampu untuk menjaga dan mempertahankan aturan main itu sebagai tameng dalam berteman dengan lawan jenis. Sebab, banyak juga di antara teman remaja yang ngakunya berteman, eh, buktinya malah pacaran. Bilangnya temenan, eh, malah demenan. Ngakunya teman, eh teman tapi mesra. Kata Bang Napi: Waspadalah!
Sumber : Buletin cendikia

Kayaknya kamu sering dengerin deh lagunya Ratu yang berjudul Teman Tapi Mesra. Seperti ini sebagian liriknya: “Cukuplah saja berteman denganku/ janganlah kau meminta lebih/ ku tak mungkin mencintaimu/ kita berteman saja/ teman tapi mesra…”

Ehm, punya teman tuh emang asyik. Selain ada orang yang bisa diajak ngobrol dan saling membantu di kala saling membutuhkan, teman juga bisa menjadi tempat muara emosi kita. Ngobrol biasa mungkin sering. Tapi ngobrol yang lebih dalam, rasanya agak jarang dilakukan dengan seseorang yang sekadar teman biasa. Kita agak canggung. Itu sebabnya, kehadiran seorang sahabat karib yang bisa menjadi tempat muara emosi kita, sangat diharapkan.

Teman sejenis pun, cowok dengan cowok maupun cewek dengan cewek, sebenarnya bisa juga sangat akrab. Itu kalo di antara kita udah terjalin sikap saling percaya, saling memahami, dan saling menghargai. Mungkin bisa saja yang seperti ini dibilang mesra. Karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata mesra adalah lekat dan sangat erat.

Sobat muda muslim, cuma masalahnya, gimana kalo teman tapi mesra itu adalah antar lawan jenis. Wow, ini dia yang kudu jadi perhatian dan bikin kita jaga-jaga biar nggak kebablasan. Gimana pun juga, hubungan pria dan wanita pasti nimbulin perasaan-perasaan yang ‘lain’. Perasaan suka, sayang, cinta, termasuk cemburu kalo sang teman tapi mesra itu deket ama yang lain. Karena apa? Karena masing-masing merasa ingin memiliki lebih dari sekadar teman. Tul nggak? Seperti syair di awal lagu dari duo Ratu ini: “Aku punya teman/ teman sepermainan/ kemana pun dia pergi selalu ada aku/ dia manis dan juga baik hati/ tapi aku bingung ketika dia bilang cinta…”

Inilah unik dan menariknya hubungan antar manusia. Dan harus diakui bahwa manusia tuh makhluk sosial, sehingga ia merasa kesepian kalo nggak ada teman. Padahal manusia bukan hanya terdiri dari sejenis. Itu sebabnya, dalam beberapa kondisi, komunikasi dengan lawan jenis untuk berbagai keperluan dalam melakukan kegiatan sehari-hari nyaris nggak bisa dihindari. Mungkin kita biasa bergaul dalam komunitas sejenis, tapi dalam beberapa kondisi kadang kita harus merambah ke luar komunitas kita, maka kita akan berhubungan dengan banyak pihak, termasuk dalam hal ini dengan lawan jenis.

Sebagai teman akrab atau sebagai sahabat, berteman dengan lawan jenis besar kemungkinan akan menjadi ajang curhat dan saling berbagi cerita mesra. Apalagi teman tapi mesra ini sangat mungkin hubungannya akan ditingkatkan menjadi ‘kekasih’. Bila itu yang terjadi, maka ketika kita curhat dengannya, kita jadi nggak ngerasa sedang ngobrol dengan teman biasa. Tapi dengan seorang kekasih hati, meski baru anggapan sepihak saja dari kita.
Dengan kenyataan seperti ini, cerita dan curhat kita akan semakin terasa bermakna. Pandangan dan pendapatnya yang disampaikan kepada kita sering membuat kita bertenaga. Hidup rasanya dapat tambahan darah segar. Nafas baru dan semangat menggelora. Rasa-rasanya dunia adalah milik kita, yang sedang dimabuk cinta dan dibakar api asmara (meski baru kita sendiri yang merasakannya alias geer—entah dirinya. Mungkin malah sebel). Kita jadi ngedadak ‘lupa diri’, dan kita menjadikan orang yang kita cintai sebagai dewi or pangeran pujaan hati. Kita bersedia berkorban dan menjadi bagian dari hidupnya. Sehari saja tak jumpa dan komunikasi, rasanya hati kita jadi dingin dan beku. Tapi, ketika rindu itu terpuaskan, dinding es yang kokoh menyelimuti hati kita pun perlahan mencair (suit..suit.. swiiw!)

Dari temen jadi demen
Pernah nonton sinetron “Dari Temen Jadi Demen” di sebuah stasiun televisi swasta? Yup, sinetron ini bercerita tentang kisah-kasih sepasang anak manusia. Benar kata pepatah jawa: “Witing tresno jalaran soko kulino”, bahasa nasionalnya: “Munculnya cinta, karena seringnya bertemu”. Hati-hati buat kamu yang sering ketemu dengan lawan jenisnya. Kalo berteman kan sering bertemu lho. Dan, bisa-bisa ‘pepatah’ ini ada benarnya. Singkat kata, kamu jadi demen sama temen kamu. Huhuy!

Sobat muda muslim, gambaran di sinetron yang dibintangi oleh Jonathan Frizzi dan Wulan Guritno ini bisa jadi muncul dalam kisah nyata. Ya, kisah-kasih di antara kita. Bahkan sangat boleh jadi lho kalo cerita itu justru terinspirasi dari kejadian nyata. Tul nggak?

Saya pernah punya kawan yang mengalami kejadian begini. Doi bilang bahwa berteman itu memang mengasyikan, apalagi dengan lawan jenis. Untuk ukuran sesama jenis aja, berteman efektif untuk menumbuhkan kebersamaan, memupuk kasih sayang, bahkan kita saling mencintai. Tengok aja orang yang udah lengket sohiban. Kamu pastinya ngiri deh ngelihat di sekolahmu ada dua orang teman yang lengket bak perangko. Kemana-mana nyaris bareng. Mirip kisah Ujang dan Aceng yang pernah muncul di televisi dulu. Sohiban Ujang dan Aceng ini kebawa sampe mereka dewasa. Bener lho. Asyik banget kan punya teman yang seide dan seperasaan. Itu sebabnya, banyak orang yang kepengen banget punya teman sehidup-semati. Bahkan, teman ibarat cermin buat kita.

Eh, tapi berteman pun bisa berpotensi bikin kita berabe. Kok bisa sih? Iya, kalo berteman sejenis dengan akrab, ati-ati aja jangan sampe kecemplung jadi homoseks. Terus kalo kita berteman dengan lawan jenis, juga kudu taat syariat Islam. Waspada ya.

Nah, khusus ketika berteman dengan lawan jenis, karena selain menumbuhkan rasa kebersamaan, juga efektif memunculkan rasa simpati, selanjutnya empati, berikutnya mulai tumbuh benih-benih cinta di hati. Akhirnya, jatuh hati. Huhuy! Itu namanya bukan lagi temenan, tapi malah demenan. Malah pas lagi sakit pun kita bisa lupa diri kalo ada kekasih di samping kita. Jadinya, kata Wong Cerbon (orang Cirebon) DBD deh, Demam Bari Demenan (baca: demam sambil pacaran)

Sobat muda muslim, seperti kata pepatah lama, “Banyak jalan menuju Roma”, maka sekarang kita ‘plesetkan’ jadi “banyak jalan menuju cinta”. Berteman, salah satu jalannya. Yup, karena cinta itu ibarat jelangkung; datang nggak dijemput, pulang nggak dianter. Diusir pun susyeh! (backsound: ehm.. bener nih?)

Jaga jarak aman
Berteman, bisa juga lho jadi jembatan menuju cinta. Jangan heran, sebab frekuensi bertemu dan berhubungan jadi sering banget. Sekadar basa-basi ngobrolin pelajaran sekolah, sampe janjian untuk nomat alias nonton hemat di bioskop. Kalo udah gitu, jadi bias deh definisi teman kalo dengan lawan jenis. Berteman apa pacaran? Berteman apa demenan? Nah lho.
Sobat muda muslim, memang nggak kerasa sih kalo kita udah merasa deket banget dengan teman lawan jenis kita. Tahu-tahu… eh, lengket bak perangko. Pokoknya, kalo kita udah biasa main bareng, makan bareng, dan ke sekolah pun bareng dengan teman lawan jenis, itu artinya alarm tanda bahaya udah berbunyi. Beware! Kamu bisa berabe.

Why? Yup, karena sangat boleh jadi kondisi ini bikin kamu ketagihan untuk terus berduaan dan konek terus dengan si doi. Nggak heran kan kalo kamu akhirnya bisa tidur bareng dengan lawan jenis kamu. Upss.. Amit-amit, jangan sampe deh!

Mungkin, di antara kamu juga ada yang interupsi van protes kalo temenen nggak identik dengan pacaran, dan tentunya nggak gitu-gitu amat sampe kudu tidur bareng.

Oke, kalo kamu punya argumentasi begitu. Tapi, apa ada yang ngejamin kalo udah berduaan bakalan aman dari perbuatan ini dan itu yang lebih ‘syerem’? Apa kamu dan temanmu berani jamin bisa tahan godaan kalo udah berduaan begitu? Jangan-jangan, susyeh tuh ngebedain mana sayang, suka, simpati, empati dengan nafsu liar. Lagian, banyak juga kok faktanya yang ‘begituan’ justru karena udah saling mengenal. Hati-hati menggunakannya, eh, melakukannya. Gejlig!

Yup, seperti pernyataan dalam Hukum Coloumb yang membahas gaya elektrostatis (tarik menarik), hubungan cowok-cewek berpotensi untuk saling tertarik satu sama lain yang dibumbui perasaan cinta. Soalnya cowok ama cewek berbeda ‘muatan’, pasti saling tertarik. Karena bunyi Hukum Coloumb sendiri bahwa gaya tarik menarik antara dua buah benda (F) yang berlainan muatan (q1 dan q2) sebanding dengan konstanta (k) dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak keduanya (r). Semakin besar muatan kedua benda serta semakin pendek jaraknya, semakin besar pula gaya tarik menarik yang ditimbulkannya. Nah lho, kudu ekstra ati-ati deh.

Ketertarikan pria terhadap wanita atau sebaliknya dipengaruhi oleh “muatannya” (q), yaitu akumulasi dari faktor pendorong (q1) dan penarik (q2). Faktor pendorong berasal dari diri sendiri seperti rasa kagum, rasa suka, kesengsem, keblinger, kesepian, atau mungkin nafsu yang mengebu-gebu. Sedangkan faktor penarik berasal dari lawan jenis seperti rupa, harta, sikap, keturunan, kecerdasan dan sebagainya. Jika kedua faktor tesebut nilainya sama-sama besar, maka sudah pasti saling ketertarikan antara pria dan wanita akan bertambah besar pula.

Dalam kondisi sadar dan berada di bawah naungan rambu-rambu agama, hubungan-hubungan ini dapat melahirkan pertautan dua hati yang mengarah ke pernikahan. Ini tentu akan lebih utama lagi bila faktor pendorong semata-mata karena lillahi ta’ala dan faktor penarik berupa akhlak yang mulia atau ketaatan beribadah. Namun celakanya, dan tampaknya ini yang semakin merajalela, bahwa di luar kendali fenomena tarik-menarik antara pria dan wanita ini bisa pula mendorong timbulnya perzinahan seperti terjadinya penyelewengan, perselingkuhan, perkosaan, pelacuran, pelecehan seksual, dan bahkan seks bebas. (O. Solihin, Asmara Aktivis Dakwah, hlm. 29-32, mengutip penjelasan di www.isnet.org)

Jadi teman biasa aja
Berteman itu mubah alias boleh-boleh saja. Toh memang itu adalah bagian dari dinamika kehidupan kita sehari-hari. Kita akan bertemu dan berhubngan dengan lawan jenis. Di sekitar rumah, di sekolah, di tempat pengajian, di tempat kuliah, juga di tempat kerja. Semua akan kita temui. Hanya saja, kita kudu membedakan jenis dari masing-masing hubungan tersebut.

Kalo kamu gabung dengan organisasi remaja masjid, itu artinya kamu berteman dengan semua kalangan; laki-perempuan di organisasi itu. Tentunya, itu adalah teman kamu dalam pengajian. Di tempat kuliah or sekolah dan di kantor juga silakan berteman dengan lawan jenis. Asal… jaga jarak aman, dan tentunya nggak ‘spesial’. Cukup teman biasa. Kita berhubungan dan bergaul sebatas keperluan di masing-masing kondisi tersebut.

Sangat ditekankan untuk tidak saling curhat masalah pribadi. Berbahaya euy! Memang, cinta akan tumbuh saat masing-masing dari pelakunya membuka diri (apalagi kalo sampe membuka aurat—itu sih cinta berbalut nafsu liar). Jangan ada hubungan spesial kalo kamu nggak berniat untuk menikah. Meski tujuannya untuk menikah sekalipun, tetep aja ada aturan mainnya. Nggak liar. Apalagi sekadar berteman.

Nah, karena Allah Ta’ala tahu betul dengan karakter manusia (jelas dong, karena Allah adalah al-Khalik), maka ada aturan mainnya tuh hubungan di antara kedua makhluk ini. Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita melalui firmanNya (yang artinya): “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, (QS an-Nûr [24]: 31)
Dalam ayat lain Allah Swt. Berfirman (yang artinya): “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS an-Nûr [24]: 30)

Dengan begitu, kita kudu mampu untuk menjaga dan mempertahankan aturan main itu sebagai tameng dalam berteman dengan lawan jenis. Sebab, banyak juga di antara teman remaja yang ngakunya berteman, eh, buktinya malah pacaran. Bilangnya temenan, eh, malah demenan. Ngakunya teman, eh teman tapi mesra. Kata Bang Napi: Waspadalah!
Sumber : Buletin cendikia

Senin, 04 Januari 2016



Selain uji sondir, pengujian lapangan yang sering dilakukan adalah pengujian SPT (Standard Penetration Test), Uji ini bertujuan untuk memperoleh parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah dilapangan dengan SPT. Data SPT dapat dipergunakan untuk identifikasi lapisan tanah (Jenis tanah) yang merupakan bagian dari desain pondasi. Hasil dari SPT berupa jumlah tumbukan/pukulan.... untuk lebih jelasnya monggo anda download




Selain uji sondir, pengujian lapangan yang sering dilakukan adalah pengujian SPT (Standard Penetration Test), Uji ini bertujuan untuk memperoleh parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah dilapangan dengan SPT. Data SPT dapat dipergunakan untuk identifikasi lapisan tanah (Jenis tanah) yang merupakan bagian dari desain pondasi. Hasil dari SPT berupa jumlah tumbukan/pukulan.... untuk lebih jelasnya monggo anda download


Sabtu, 02 Januari 2016

Standar beton yang terbaru yaitu SNI 2847 : 2013 tentang Persyaratan beton strktural untuk bangunan gedung. standar ini refisi dari standar tahun 2002. Monggo yang mau download

Standar beton yang terbaru yaitu SNI 2847 : 2013 tentang Persyaratan beton strktural untuk bangunan gedung. standar ini refisi dari standar tahun 2002. Monggo yang mau download

Kamis, 31 Desember 2015

Salah satu perhitungan daya dukung tiang pancang menggunakan data CPT/Sondir adalah metode schmertmann dan Notingham, seperti halnya perhitungan yang lain pada perhitungan ini daya dukung terdiri dari daya dukung ujung tiang dan selimut tiang, berikut ini adalah formula untuk menghitung daya dukung ujung tiang :
Qp = (qc1+qc2)/2 * Ap 
Dimana :
Qp        = daya dukung ujung ultimate tiang
qcl        = nilai qc rata-rata pada 0.7.D-4.D dibawah ujung tiang
qc2        = nilai qc rata-rata dari ujung tiang hingga 8.D diatas ujung tiang
Ap        = luas proyeksi penampang tiang
Jika pada kedalaman 4.D-10.D ditemui Zona Lunak, maka perlu dilakukan reduksi terhadap nilai rata-rata tersebut. Pada umumnya nilai perlawanan ujung untuk tanah pasir diambil tidak lebih dari 100 Kg/Cm2 dan untuk tanah kepasiran tidak lebihi dari 75 Kg/Cm2. Gambar 1 menggambarkan perhitungan daya dukung ujung pondasi tiang pancang.

Gambar 1 Perhitungan daya dukung ujung
Sedangkan untuk mendapatkan daya dukung selimut tiang maka digunakan formula berikut :
Dimana Ka dan Kc adalah factor reduksi yang tergantung pada jenis alat sondir, kedalaman dan nilai gesekan selimut (fs), dan digunakan sesuai dengan jenis tanah yang sesuai (Ks). Gambar 2 menunjukkan faktor koreksi gesekan selimut tiang pada sondir mekanis. Ks digunakan untuk tanah pasiran sedangkan Kc digunakan untuk tanah lempung.
Apabila tanah terdiri dari beberapa lapisan pasir dan lempung, schmertmann menganjurkan untuk menghitung daya dukung setiap lapisan secara terpisah. Namun perlu diingat bahwa nilai Ks dan Kc pada persamaan diatas dihitung berdasarkan total kedalaman tiang.                           
Nilai fs dibatasi hingga 1.2 Kg/cm2 untuk tanah pasir dan 1.0 Kg/cm2 untuk pasir kelanauan.

Gambar 2 Faktor koreksi  gesekan selimut pada sondir mekanis
Berikut saya sajikan perhitungan excel untuk perhitungan tiang tunggal menggunakan metode schmertmann dan Notingham, Monggo silahkan download
Sumber : Admin


Salah satu perhitungan daya dukung tiang pancang menggunakan data CPT/Sondir adalah metode schmertmann dan Notingham, seperti halnya perhitungan yang lain pada perhitungan ini daya dukung terdiri dari daya dukung ujung tiang dan selimut tiang, berikut ini adalah formula untuk menghitung daya dukung ujung tiang :
Qp = (qc1+qc2)/2 * Ap 
Dimana :
Qp        = daya dukung ujung ultimate tiang
qcl        = nilai qc rata-rata pada 0.7.D-4.D dibawah ujung tiang
qc2        = nilai qc rata-rata dari ujung tiang hingga 8.D diatas ujung tiang
Ap        = luas proyeksi penampang tiang
Jika pada kedalaman 4.D-10.D ditemui Zona Lunak, maka perlu dilakukan reduksi terhadap nilai rata-rata tersebut. Pada umumnya nilai perlawanan ujung untuk tanah pasir diambil tidak lebih dari 100 Kg/Cm2 dan untuk tanah kepasiran tidak lebihi dari 75 Kg/Cm2. Gambar 1 menggambarkan perhitungan daya dukung ujung pondasi tiang pancang.

Gambar 1 Perhitungan daya dukung ujung
Sedangkan untuk mendapatkan daya dukung selimut tiang maka digunakan formula berikut :
Dimana Ka dan Kc adalah factor reduksi yang tergantung pada jenis alat sondir, kedalaman dan nilai gesekan selimut (fs), dan digunakan sesuai dengan jenis tanah yang sesuai (Ks). Gambar 2 menunjukkan faktor koreksi gesekan selimut tiang pada sondir mekanis. Ks digunakan untuk tanah pasiran sedangkan Kc digunakan untuk tanah lempung.
Apabila tanah terdiri dari beberapa lapisan pasir dan lempung, schmertmann menganjurkan untuk menghitung daya dukung setiap lapisan secara terpisah. Namun perlu diingat bahwa nilai Ks dan Kc pada persamaan diatas dihitung berdasarkan total kedalaman tiang.                           
Nilai fs dibatasi hingga 1.2 Kg/cm2 untuk tanah pasir dan 1.0 Kg/cm2 untuk pasir kelanauan.

Gambar 2 Faktor koreksi  gesekan selimut pada sondir mekanis
Berikut saya sajikan perhitungan excel untuk perhitungan tiang tunggal menggunakan metode schmertmann dan Notingham, Monggo silahkan download
Sumber : Admin