Hidup penuh perjuangan

Rabu, 23 Desember 2015

Definisi Pondasi
Pondasi merupakan bagian dari suatu sistem struktur yang berfungsi untuk meneruskan beban dari struktur bagian atas ke lapisan tanah bagian bawah, tanpa mengakibatkan keruntuhan geser tanah dan penurunan tanah (settlement) yang berlebihan.
Jenis pondasi berdasarkan kedalaman:
Pondasi dangkal
Pondasi yang kedalamannya masih dekat dengan permukaan tanah. 
Pondasi dalam
Pondasi yang kedalamannya cukup jauh dari permukaan tanah.   
Daya Dukung Pondasi 
·   Daya dukung tanah merupakan salah satu faktor penting dalam perencanaan pondasi beserta struktur di atasnya.  Daya dukung tanah yang diharapkan untuk mendukung pondasi adalah daya dukung yang mampu memikul beban struktur, sehingga pondasi mengalami penurunan yang masih berada dalam batas toleransi.
·    Tanah memiliki sifat untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan gesernya apabila mendapat tekanan berupa beban.  Apabila beban yang bekerja pada tanah pondasi telah melampaui daya dukung batasnya, tegangan geser yang ditimbulkan di dalam tanah melampaui ketahanan geser pondasi, maka akan terjadi keruntuhan geser pada tanah pondasi.
Tipe Keruntuhan Pondasi 
·         Tahap 1 (Tanah dalam keadaan elastis)
Ketika beban awal diberikan, tanah di bawah pondasi turun diikuti oleh doformasi tanah secara lateral dan vertikal.
·         Tahap 2 (Tanah dalam keadaan plastis)
Pembebanan diberikan lagi.  Baji tanah terbentuk tepat di dasar pondasi dan deformasi plastis tanah menjadi semakin dominan.  Gerakan tanah pada kedudukan plastis dimulai dari tepi pondasi.  
·         Tahap 3
Pada tahap ini deformasi bertambah akibat penambahan beban.  Deformasi yang terjadi diikuti gerakan tanah ke arah luar yang diikuti penggembungan tanah permukaan.  
Tipe Keruntuhan Pondasi
Berdasarkan pengujian model yang dilakukan oleh Vesic (1963), keruntuhan pondasi ada 3 macam :
          1. Keruntuhan geser umum
          2. Keruntuhan geser local
          3. Keruntuhan penetrasi
Daya Dukung 
Tujuan dari analisis daya dukung adalah untuk mempelajari kemampuan tanah dalam mendukung beban pondasi dan struktur di atasnya.  Daya dukung menyatakan tahanan geser tanah untuk melawan penurunan akibat pembebanan.
 Syarat yang harus dipenuhi dalam perancangan pondasi adalah:
1.      Faktor aman terhadap keruntuhan akibat terlampauinya daya   dukung harus dipenuhi. 
2.      Penurunan pondasi harus masih dalam batas-batas nilai yang ditoleransikan. 
Khusus untuk penurunan tak seragam (differential settlement) harus tidak mengakibatkan kerusakan struktur. 
Persamaan-persamaan daya dukung yang berkaitan dengan sifat-sifat tanah, umumnya dibagi menjadi dua klasifikasi tanah, yaitu:
A.    Tanah berbutir kasar (granular soil)
Contoh tanah berbutir kasar adalah tanah pasir.  Salah satu  parameter penting tanah pasir adalah sudut geser dalam,  f. (internal friction) 
B.     Tanah berbutir halus (cohesion soil)
Contoh tanah berbutir halus adalah tanah lempung (clay)  dan tanah lanau (silt).  Parameter penting yang ada pada  tanah ini adalah nilai kohesi tanah, c.
Analisis Terzhagi 
Asumsi Terzhagi dalam menganalisis daya dukung :
  • Pondasi memanjang tak terhingga
  • Tanah di dasar pondasi dianggap homogen
  • Berat tanah di atas pondasi dapat diganti dengan beban terbagi rata sebesar q = D x g, dengan D adalah kedalaman dasar pondasi, g adalah berat volume tanah di atas dasar pondasi.
  • Tahanan geser tanah di atas dasar pondasi diabaikan
  • Dasar pondasi kasar
  • Bidang keruntuhan terdiri dari lengkung spiral logaritmis dan linier
  • Baji tanah yang terbentuk di dasar pondasi dalam keadaan elastis dan bergerak bersama-sama dengan dasar pondasinya.
  • Pertemuan antara sisi baji dengan dasar pondasi membentuk sudut sebesar sudut gesek dalam tanah f.
  • Berlaku prinsip superposisi
Pengaruh Bentuk Pondasi 
Terzhagi memberikan pengaruh factor bentuk terhadap daya dukung ultimit yang didasarkan pada analisis pondasi memanjang, yang diterapkan pada bentuk pondasi yang lain:
  • Pondasi bujur sangkar:
            q.U = 1.3 c.NC +PoNQ+ 0,4. g.B.Ng     
  • Pondasi lingkaran:
            q.U = 1.3 c.NC +PoNQ+ 0,3. g.B.Ng     
  • Pondasi empat persegi panjang: 

            q.U = c.NC (1+0.3 B/L) + PoNQ + 0,5. g.B.Ng (1-0.2 B/L)

*Di olah dari berbagai sumber

0 komentar:

Posting Komentar